Archive for Juli, 2010


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko” dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Resiko  merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi.  Berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal.  Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa tujuan perusahaan adalah membangun dan memperluas keuntungan kompetitif organisasi.

Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.  Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.  Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko (risk).  Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen resiko menjadi trend utama baik dalam perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja.  Hal ini secara konkret menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis pada masa kini.

Secara umum resiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan di mana terdapat kemungkinan yang merugikan.  Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar, dan walaupun mengalami kerugian sangat kecil sekali.  Misalnya membeli lotere.  Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar, tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli lotere relatif kecil.  Apakah ini juga tergolong resiko?  Jawabannya adalah hal ini juga tergolong resiko.  Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap resiko.

Mengapa resiko harus dikelola?  Jawabannya tidak sulit ditebak, yaitu karena resiko mengandung biaya yang tidak sedikit.  Bayangkan suatu kejadian di mana suatu perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran.  Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat asset yang terbakar (misalnya gedung, material, sepatu setengah jadi, maupun sepatu yang siap untuk dijual).  Namun juga dilihat kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas.  Akibat lainnya adalah macetnya pembayaran hutang kepada supplier dan kreditor karena terhentinya arus kas yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan partner bisnis tersebut.

Resiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen resiko.  Peran dari manajemen resiko diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat berubah, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan strategic management, mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki organisasi, dan mengurangi reactive decision making dari manajemen puncak.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Manajemen Resiko

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia menyebutkan bahwa manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk:  penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumber daya.  Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.  Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko- resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, dan tuntutan hukum).

Menurut Vibiznews.com, manajemen resiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia.  Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer resiko pada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek buruk dari resiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari resiko tertentu.

Sedangkan menurut COSO, manajemen resiko (risk management) dapat diartikan sebagai “a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, manage risk to be within its risk appetite, and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.

Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi manajemen semua perusahaan. Proses di mana suatu organisasi yang sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu aktivitas menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktivitas dari semua aktivitas.  Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara mengatasi resiko.  Sasarannya untuk menambah nilai maksimum berkesinambungan (sustainable) organisasi.  Tujuan utama untuk memahami potensi upside dan downside dari semua faktor yang dapat memberikan dampak bagi organisasi.  Manajemen resiko meningkatkan kemungkinan sukses, mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin keseluruhan sasaran organisasi.

Manajemen resiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan mengembangkan proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam mengimplementasikan. Manajemen resiko seharusnya ditujukan untuk menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode yang digunakan dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi di masa lalu, masa kini dan masa depan.

Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam budaya organisasi dengan kebijaksanaan yang efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa manajemen senior.  Manajemen resiko harus diterjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas dan tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu organisasi, di mana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen resiko sebagai bagian dari deskripsi kerja.  Manajemen resiko mendukung akuntabilitas (keterbukaan), kinerja pengukuran dan reward, mempromosikan efisiensi operasional dari semua tingkatan.

Definisi manajemen resiko (risk management) di atas dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata kunci sebagai berikut:

  1. 1. On going process

Manajemen resiko dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala.  Manajemen resiko bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan sesekali (one time event).

  1. 2. Effected by people

Manajemen resiko ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi.  Untuk lingkungan instansi pemerintah, manajemen resiko dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi/departemen yang bersangkutan.

  1. 3. Applied in strategy setting

Manajemen resiko telah disusun sejak dari perumusan strategi organisasi oleh manajemen puncak organisasi.  Dengan penggunaan manajemen resiko, strategi yang disiapkan disesuaikan dengan resiko yang dihadapi oleh masing-masing bagian/unit dari organisasi.

  1. 4. Applied across the enterprised

Strategi yang telah dipilih berdasarkan manajemen resiko diaplikasikan dalam kegiatan operasional, dan mencakup seluruh bagian/unit pada organisasi.  Mengingat resiko masing-masing bagian berbeda, maka penerapan manajemen resiko berdasarkan penentuan resiko oleh masing-masing bagian.

  1. 5. Designed to identify potential events

Manajemen resiko dirancang untuk mengidentifikasi kejadian atau keadaan yang secara potensial menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan organisasi.

  1. 6. Provide reasonable assurance

Resiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal.

  1. 7. Geared to achieve objectives

Manajemen resiko diharapkan dapat menjadi pedoman bagi organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat.  Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi, dan politik.  Di sisi lain, pelaksanaan manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya entitas manajemen resiko (manusia, staff, organisasi).

Dalam perkembangannya resiko-resiko yang dibahas dalam manajemen resiko dapat diklasifikasi menjadi:

  1. Resiko Operasional
  2. Resiko Hazard
  3. Resiko Finansial
  4. Resiko Strategis

Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan manajemen resiko terintegrasi korporasi (enterprise risk management). Manajemen resiko dimulai dari proses identifikasi resiko, penilaian resiko, mitigasi, monitoring dan evaluasi.

a. Mengidentifikasi resiko

Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha.  Identifikasi resiko secara akurat dan kompleks sangatlah vital dalam manajemen resiko.  Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.  Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain:

1.  Brainstorming

2.  Survey

3.  Wawancara

4.  Informasi historis

5.  Kelompok kerja

b. Menganalisa resiko

Setelah melakukan identifikasi resiko, maka tahap berikutnya adalah pengukuran resiko dengan cara melihat seberapa besar potensi terjadinya kerusakan (severity) dan probabilitas terjadinya resiko tersebut.  Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subjektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman.  Beberapa resiko memang mudah untuk diukur, namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi.  Sehingga, pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko.

Kesulitan dalam pengukuran resiko adalah menentukan kemungkinan terjadi suatu resiko karena informasi statistik tidak selalu tersedia untuk beberapa resiko tertentu.  Selain itu, mengevaluasi dampak kerusakan (severity) sering kali cukup sulit untuk asset immaterial.

3.  Monitoring resiko

Mengidentifikasi, menganalisa dan merencanakan suatu resiko merupakan bagian penting dalam perencanaan suatu proyek.  Namun, manajemen resiko tidaklah berhenti sampai di sini saja.  Praktek, pengalaman, dan terjadinya kerugian akan membutuhkan suatu perubahan dalam rencana dan keputusan mengenai penanganan suatu resiko.  Sangatlah penting untuk selalu memonitor proses dari awal mulai dari identifikasi resiko dan pengukuran resiko untuk mengetahui keefektifan respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya resiko yang baru maupun berubah.  Sehingga, ketika suatu resiko terjadi maka respon yang dipilih akan sesuai dan diimplementasikan secara efektif.

2.2  Konsep Resiko

Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.  Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.  Istilah resiko memiliki beberapa definisi.  Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian, atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.   Menurut Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi resiko sebagai berikut:

Risk is the chance of loss (resiko adalah kans kerugian)

Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga resiko tidak ada.

- Risk is the possibility of loss (resiko adalah kemungkinan kerugian).

Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada di antara nol dan satu.  Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.

- Risk is uncertainty (resiko adalah ketidakpastian).

Uncertainty dapat bersifat subjective dan objectiveSubjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi resiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan.  Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi resiko berikut.

- Risk is the dispersion of actual from expected results (resiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).

Ahli statistik mendefinisikan resiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai di sekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.

- Risk is the probability of any outcome different from the one expected (resiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan)

Menurut definisi di atas, resiko bukan probabilitas dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilitas dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan. Dari berbagai definisi di atas, resiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga.  Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.

Konsep lain yang berkaitan dengan resiko adalah peril dan hazard.  Peril merupakan suatu peristiwa yang dapat menimbulkan terjadinya suatu kerugian. Sedangkan hazard merupakan keadaan dan kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril.

Hazard terdiri dari beberapa tipe, yaitu:

1.  Physical hazard merupakan suatu kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari objek yang dapat memperbesar terjadinya kerugian.

2.  Moral hazard merupakan suatu kondisi yang bersumber dari orang yang berkaitan dengan sikap mental, pandangan hidup dan kebiasaan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril.

3.  Morale hazard merupakan suatu kondisi dari orang yang merasa sudah memperoleh jaminan dan menimbulkan kecerobohan sehingga memungkinkan timbulnya peril.

4.  Legal hazard merupakan suatu kondisi pengabaian atas suatu peraturan atau perundang-undangan yang bertujuan melindungi masyarakat sehingga memperbesar terjadinya peril.

Resiko dapat terjadi pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan.  Resiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, pegawai, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.

Suatu resiko yang terjadi dapat berasal dari resiko lainnya, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor.  Resiko rendahnya kinerja suatu instansi berasal dari resiko rendahnya mutu pelayanan kepada publik.  Resiko terakhir disebabkan oleh faktor-faktor sumber daya manusia yang dimiliki organisasi dan operasional seperti keterbatasan fasilitas kantor.  Resiko yang terjadi akan berdampak pada tidak tercapainya misi dan tujuan dari instansi tersebut, dan timbulnya ketidakpercayaan dari publik.

Resiko diyakini tidak dapat dihindari.  Berkenaan dengan sektor publik yang menuntut transparansi dan peningkatan kinerja dengan dana yang terbatas, resiko yang dihadapi instansi Pemerintah akan semakin bertambah dan meningkat.  Oleh karena itu, pemahaman terhadap resiko menjadi keniscayaan untuk dapat menentukan prioritas strategi dan program dalam pencapaian tujuan organisasi.

2.2.1  Kategori Resiko

Resiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

1.  Resiko spekulatif

2.  Resiko murni

Resiko spekulatif

Resiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.  Resiko spekulatif kadang-kadang dikenal dengan istilah resiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya di suatu tempat menghadapi dua kemungkinan.  Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan.  Resiko yang dihadapi seperti ini adalah resiko spekulatif.

Resiko murni

Resiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.  Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran, maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian.  Kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Resiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.  Salah satu cara menghindarkan resiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya resiko murni kadang dikenal dengan istilah resiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ). Perbedaan utama antara resiko spekulatif dengan resiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk resiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk resiko murni tidak dapat kemungkinan untung.

Kejadian sesungguhnya terkadang menyimpang dari perkiraan.  Artinya ada kemungkinan penyimpangan yang menguntungkan maupun merugikan.  Jika kedua kemungkinan itu ada, maka dikatakan resiko itu bersifat spekulatif. Sebaliknya, lawan dari risiko spekulatif adalah resiko murni, yaitu hanya ada kemungkinan kerugian dan tidak mempunyai kemungkinan keuntungan.  Manajer resiko tugas utamanya menangani risiko murni dan tidak menangani risiko spekulatif, kecuali jika adanya resiko spekulatif memaksanya untuk menghadapi resiko murni tersebut.

Menentukan sumber resiko adalah penting karena mempengaruhi cara penanganannya.  Sumber resiko dapat diklasifikasikan sebagai resiko sosial, resiko fisik, dan resiko ekonomi.

Biaya-biaya yang ditimbulkan karena menanggung resiko atau ketidakpastian dapat dibagi sebagai berikut:

1.  Biaya-biaya dari kerugian yang tidak diharapkan

2.  Biaya-biaya dari ketidakpastian itu sendiri

2.3  Mengidentifikasi resiko

Pengidentifikasian resiko merupakan proses analisa untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan atas resiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan.  Oleh karena itu, diperlukan checklist untuk pendekatan yang sistematis dalam menentukan kerugian potensial.  Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu checklist adalah; kerugian hak milik (property losses), kewajiban mengganti kerugian orang lain (liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses).  Checklist yang dibangun sebelumnya untuk menemukan resiko dan menjelaskan jenis-jenis kerugian yang dihadapi oleh suatu perusahaan.

Perusahaan yang sifat operasinya kompleks, berdiversifikasi dan dinamis, maka diperlukan metode yang lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

1.  Questioner analisis resiko (risk analysis questionnaire)

2.  Metode laporan Keuangan (financial statement method)

3.  Metode peta aliran (flow-chart)

4.  Inspeksi langsung pada objek

5.  Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan

6.  Catatan statistik dari kerugian masa lalu

7.  Analisis lingkungan

Dengan mengamati langsung jalannya operasi, bekerjanya mesin, peralatan, lingkungan kerja, kebiasaan pegawai dan seterusnya, manajer resiko dapat mempelajari kemungkinan tentang hazard. Oleh karena itu, keberhasilannya dalam mengidentifikasi resiko tergantung pada kerja sama yang erat dengan bagian-bagian lain yang terkait dalam perusahaan.

Manajer resiko dapat menggunakan tenaga pihak luar untuk proses mengidentifikasikan resiko, yaitu agen asuransi, broker, atau konsultan manajemen resiko.  Hal ini tentunya memiliki kelemahan, di mana mereka membatasi proses hanya pada resiko yang diasuransikan saja.  Dalam hal ini diperlukan strategi manajemen untuk menentukan metode atau kombinasi metode yang cocok dengan situasi yang dihadapi.

BAB 3

PEMBAHASAN

3.1  Kasus Manajemen Asset Berbasis Resiko pada Perusahaan Air Minum

Air bersih atau air minum sangat penting artinya bagi kehidupan manusia.  Kajian global kondisi air di dunia yang disampaikan pada World Water Forum II di Denhaag, Belanda tahun 2000, memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara.  Krisis air dapat saja terjadi di Indonesia apabila pemerintah dan perusahaan air minum tidak dapat secara maksimal mengelola asset utamanya.

Berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan air minum saat ini, seperti:  tingginya tingkat kebocoran air yang diproduksi, kapasitas produksi yang belum terpakai, biaya operasional/pemeliharaan untuk menghasilkan air bersih setiap meter kubiknya masih lebih tinggi atau sama dengan harga jual air setiap meter kubiknya, belum dapat terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air minum bersih, baik secara kuantitas maupun kualitas, konflik perebutan air baku yang melintasi dua atau lebih pemerintah daerah, adanya daerah yang tidak menyediakan pengaturan air baku, adanya penggundulan hutan di kawasan daerah aliran sungai, kesulitan keuangan, terbelit hutang yang cukup besar dan tidak mampu membayar hutang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, bahkan tidak sedikit dari perusahaan air minum yang ada, jika ditinjau dari posisi keuangan perusahaan sudah dalam keadaan pailit mencerminkan belum maksimalnya pengelolaan asset utama perusahaan air minum.

Bagi perusahaan air minum, infrastruktur air minum merupakan asset utama yang nilainya signifikan.  Oleh karena itu, harus dikelola secara baik mulai sejak perencanaan kebutuhan, penyediaan dana, pengadaan asset, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pada pemusnahan asset.

Sebagaimana telah dikemukakan di atas, manajemen asset merupakan asset merupakan suatu proses untuk menghasilkan nilai maksimal bagi semua stakeholder perusahaan dari pengelolaan asset fisik yang dimiliki perusahaan, baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan umum, dengan menyeimbangkan kinerja operasional dari asset dengan biaya siklus hidup dan profil resikonya.  Manajemen berbasis resiko lebih menekankan pada proses mengelola asset fisik yang sangat besar dan berhubungan dengan resiko-resiko yang melekat pada proses tersebut dengan melibatkan penerapan proses manajemen resiko terhadap asset utama perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola penyebab utama kegagalan pencapaian sasaran perusahaan.  Penerapan proses manajemen resiko dapat dilakukan pada seluruh aktivitas bisnis perusahaan air minum atau secara khusus lebih menekankan pada aktivitas manajemen asset perusahaan (setiap aktivitas lifecycle asset management).  Tujuan dari diterapkannya proses manajemen resiko adalah tidak hanya untuk memberikan perlindungan dan kesinambungan aktivitas bisnis inti dan jasa yang penting, tetapi juga memenuhi kewajiban hukum; menjaga kesehatan pekerja dan masyarakat; perlindungan lingkungan; beroperasinya dan perlindungan asset pada biaya rendah; dan rencana kontijensi untuk situasi darurat bila terjadi rencana alam.

Proses manajemen resiko meliputi tahapan sebagai berikut:

a.  Mengidentifikasi resiko

Resiko merupakan peristiwa yang menghambat pencapaian tujuan perusahaan.  Seluruh resiko yang mungkin terjadi dan berdampak negative bagi perusahaan secara signifikan harus terlebih dahulu diidentifikasi.  Pada perusahaan air minum resiko yang mungkin terjadi adalah:

  1. Ketidaktersediaan air di sumber air dapat terjadi karena kegagalan pada struktur sumber air, kekeliruan dalam memperkirakan hasil/kapasitas penyimpanan, kualitas sumber air yang tidak memenuhi syarat, dan kegiatan operasional yang tidak tepat.
  2. Kehilangan air yang sebenarnya (real loss) dapat terjadi karena adanya penguapan air di tempat penyimpanan (storage evaporation), dan kebocoran (leakage) seperti kebocoran pada pipa jaringan distribusi, dan tempat penyimpanan air/reservoir.
  3. Kehilangan air yang jelas terlihat (apparent loss) dapat terjadi karena adanya pengukuran meteran yang tidak akurat (inaccurate metering) seperti alat kalibrasi meteran yang tidak akurat, alat meteran yang sudah tua, alat meteran yang berputar rendah, dan adanya pemakaian air yang tidak terukur dengan meteran (unmetered usage) seperti pemakaian yang tidak dibenarkan (pemakaian untuk irigasi yang tidak illegal, pemakaian hidran yang tidak illegal, sambungan pipa yang tidak illegal) dan pemakaian yang dibenarkan (pemadam kebakaran, pekerjaan jalan, dan taman).
  4. Pencemaran lingkungan dapat terjadi karena pembuangan air limbah yang tidak terkendali dari kegiatan pemeliharaan atau kegagalan jaringan pipa.
  5. Terganggunya keselamatan dan kesehatan masyarakat pengguna air minum dapat terjadi karena kerusakan peralatan dan tercemarnya sumber air minum/produksi air minum selama pembangunan, pemeliharaan, atau pengoperasian infrastruktur penyedia air.
  6. Kenaikan harga asset infrastruktur penyedia air dapat terjadi karena kenaikan tingkat inflasi, kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah, dan kenaikan harga bahan bakar minyak.
  7. Kenaikan tingkat suku bunga pinjaman dapat terjadi karena kondisi perekonomian nasional yang tidak baik.

Sedangkan resiko pada tingkatan proses/aktivitas lifecycle asset management yang mungkin terjadi dapat dilihat pada table 1.

b.  Menganalisis Resiko

Setelah seluruh resiko diidentifikasi, maka dilakukan pengukuran tingkat kemungkinan dan dampak resiko. Pengukuran resiko dilakukan setelah mempertimbangkan pengendalian resiko yang ada.  Pengukuran resiko dilakukan menggunakan criteria pengukuran resiko secara kualitatif, semi kualitatif, atau kuantitatif tergantung pada ketersediaan data tingkat kejadian peristiwa dan dampak kerugian yang ditimbulkannya.

  1. Mengevaluasi Resiko

Setelah resiko diukur tingkat kemungkinan dan dampaknya, maka disusunlah urutan prioritas resiko.  Mulai dari resiko dengan tingkat resiko tertinggi, sampai dengan resiko terendah.  Resiko yang tidak termasuk dalam resiko yang dapat diterima/ditoleransi merupakan resiko yang menjadi prioritas untuk segera ditangani.  Setelah diketahui besarnya tingkat resiko dan prioritas resiko, maka perlu disusun peta resiko.

d.  Menangani Resiko

Resiko yang tidak dapat diterima/ditoleransi segera dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisir kemungkinan dampak terjadinya resiko dan personel yang bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana tindakan.  Cara menangani resiko berupa memindahkan resiko melalui asuransi dan kontrak kerja kepada pihak ketiga, mengurangi tingkat kemungkinan terjadinya resiko dengan cara menambah/meningkatkan kecukupan pengendalian internal yang ada pada proses bisnis perusahaan, dan mengeksploitasi resiko bila tingkat resiko dinilai lebih rendah dibandingkan dengan peluang terjadinya peristiwa yang akan terjadi. Pemilihan cara menangani resiko dilakukan dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan rencana tindakan lebih rendah daripada manfaat yang diperoleh dari pengurangan dampak kerugian resiko.

Seluruh resiko yang diidentifikasi, dianalisis, dievaluasi, dan ditangani dimasukkan ke dalam register resiko yang memuat informasi mengenai nama resiko, uraian mengenai indikator resiko, faktor pencetus terjadinya peristiwa yang merugikan, dampak kerugian bila resiko terjadi, pengendalian resiko yang ada, ukuran tingkat kemungkinan/dampak terjadinya resiko setelah mempertimbangkan pengendalian yang ada, dan rencana tindakan untuk meminimalisir tingkat kemungkinan/dampak terjadinya resiko, serta personil yang bertanggung jawab melakukannya.

e.  Memantau Resiko

Perubahan kondisi internal dan eksternal perusahaan menimbulkan resiko baru bagi perusahaan, mengubah tingkat kemungkinan/dampak terjadinya resiko, dan cara penanganan resikonya.  Sehingga setiap resiko yang teridentifikasi masuk dalam register resiko dan peta resiko perlu dipantau perubahannya.

  1. Mengkomunikasikan Resiko

Setiap tahapan kegiatan identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan resiko dikomunikasikan/dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan untuk memastikan bahwa tujuan manajemen resiko dapat tercapai sesuai dengan keinginan pihak yang berkepentingan.  Pihak yang berkepentingan berasal dari internal perusahaan (manajemen, karyawan) dan eksternal perusahaan (pemasok, pemerintah daerah/pusat, masyarakat sekitar lingkungan perusahaan, dan konsumen air bersih).

Walaupun penerapan proses manajemen resiko pada perusahaan air minum di Indonesia khususnya perusahaan daerah air minum belum ada peraturan hukumnya, namun karena manajemen resiko merupakan praktik terbaik (best practice), maka seharusnya sudah mulai diterapkan secara sistematis, terintegrasi, dan melekat pada setiap aktivitas bisnis perusahaan air minum, khususnya pada aktivitas manajemen asset.

Agar manajemen resiko dapat diterapkan dengan baik, maka perlu disiapkan segala infrastruktur manajemen resiko antara lain:  pedoman manajemen resiko (kebijakan, pedoman umum, prosedur, dan formulir), struktur organisasi manajemen resiko (tugas, wewenang, tanggung jawab personil untuk melaksanakan manajemen resiko), dan sistem informasi pelaporan/pemantauan pelaksanaan manajemen resiko.

BAB 4

SIMPULAN

4.1 Kesimpulan yang dapat ditarik dari penjelasan di atas adalah sebagai berikut:

Manajemen asset merupakan aktivitas yang dilakukan oleh manajemen yang tidak terlepas dari resiko.  Manajemen asset berbasis resiko lebih menekankan pada proses mengelola asset fisik yang sangat besar dan berhubungan dengan resiko yang melekat pada proses tersebut dengan melibatkan penerapan proses manajemen resiko terhadap asset utama perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola penyebab utama kegagalan pencapaian sasaran perusahaan.

Penerapan proses manajemen resiko dapat dilakukan pada seluruh aktivitas bisnis perusahaan air minum atau secara khusus lebih menekankan pada aktivitas manajemen asset perusahaan (setiap aktivitas lifecycle asset management).

Walaupun penerapan manajemen resiko pada perusahaan air minum di Indonesia khususnya perusahaan daerah air minum belum ada peraturan hukumnya, namun karena manajemen resiko merupakan praktik terbaik (best practice) maka seyogyanya sudah mulai dapat diterapkan secara sistematis, terintegrasi, dan melekat pada setiap aktivitas bisnis perusahaan air minum, khususnya pada aktivitas manajemen asset sehingga tujuan manajemen asset dapat tercapai.

Manajemen asset berbasis resiko kiranya dapat menjadi salah satu solusi dalam rangka memaksimalkan pengelolaan asset perusahaan air minum.

DAFTAR PUSTAKA

http://bppk.depkeu.go.id

http://wikipedia.org

http://acc.dau.mil

http://ahds.ac.uk

http://jiscinfonet.ac.uk/infokits/risk-management

http://vibiznews.com

AS/NZS 4360:2004, Australian/New Zealand Standard Risk Management, Joint Technical Committee OB-007 Risk Management, 31 Agustus 2004.

Artikel “Landasan Teori Asset Manajemen”, Website Manajemen Asset, 2007.

Artikel “Lifecycle Asset Management” Website Manajemen Asset, 2007.

Artikel “Risk Based Enterprise Asset Management”, Capgemini, Website 2007.

Artikel “Sumber Daya Air”, Website Bappenas.

Artikel “Sumbang Pikir dalam PDAM Rescue”, Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi Pusat Pengembangan Investasi BAPEKIN, Website 2007.

Artikel “Water Infrastucture”, Website GAO, Maret 2004.

Slide “Pengantar Pengelolaan Asset (Infrastruktur)”, Gary Mc Lay, Website, 2 Juni 2006.

Darmawi, Herman.  Manajemen Resiko. Bumi Aksara, 2005.

Chapman, Christy. Bringing ERM into Focus. Internal Auditor, June 2003

Committee of Sponsoring Organization (COSO) of the Treadway Commission. What is COSO:  Background and Events Leading to Internal Control-Integrated Framework. 1992

Simmons, Mark. COSO Based Auditing. The Internal Auditor, December 1997 The Institute of Internal Auditors. Internal C

Vaughan, Emmet. Fundamental of Risk and Insurance. 2nd, John Willey, 1978

BAB 3

METODE PENELITIAN

Dalam melakukan suatu penelitian diperlukan data yang akurat dan dapat digunakan serta diolah menjadi suatu informasi untuk mendukung penulisan Tugas Akhir.  Sehubungan dengan hal tersebut, penulis memerlukan cara yang tepat untuk mempermudah pelaksanaan pengumpulan data tersebut.  Dalam hal ini penulis melakukannya dengan cara sebagai berikut:

3.1  Metode Penelitian

Menurut Kriyantono (2008:160) mengatakan bahwa, “Metode Penelitian adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data.  Ada beberapa teknik atau metode pengumpulan data yang biasanya dilakukan oleh periset. Metode pengumpulan data ini sangat ditentukan oleh metodologi riset, apakah kuantitatif atau kualitatif.  Dalam riset kualitatif dikenal metode pengumpulan data: observasi (field observations), focus group discussions, wawancara mendalam (intensive/depth interview) dan studi kasus. Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan menggunakan dua metode yaitu sebagai berikut:

1. Penelitian Kepustakaan (library research)

Peneltian Kepustakaan merupakan metode pengumpulan data berdasarkan buku-buku yang berkaitan dengan judul Tugas Akhir ini dan sumber data tertulis lainnya yang ada di perusahaan, yang berhubungan dengan pokok bahasan tugas akhir ini dan dijadikan sebagai dasar perbandingan antara data yang penulis dapatkan di lapangan.

2. Penelitian Lapangan (field research)

Penelitian Lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh langsung dari responden dan mengamati secara langsung tugas-tugas yang berhubungan dengan prosedur pembayaran klaim asuransi jiwa PRULink Assurance Account pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.  Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a.  Metode Observasi

Menurut Kriyantono (2008:106) mengatakan bahwa “Metode Observasi merupakan kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tertentu.  Observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan pada riset kualitatif.  Seperti penelitian kualitatif lainnya, observasi difokuskan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena riset.  Fenomena ini mencakup interaksi (perilaku) dan percakapan yang terjadi di antara subjek yang diteliti.  Sehingga keunggulan metode ini adalah data yang dikumpulkan dalam dua bentuk:  interaksi dan percakapan (conversation).  Dalam hal ini penulis mengamati kegiatan karyawan dalam memberikan pelayanan prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRU Link Assurance Account pada PT Prudential Life Assurance Account Kantor PRU Advance Medan.

b.  Metode Wawancara

Menurut Berger dalam Kriyantono (2000:111) mengatakan bahwa Wawancara adalah percakapan antara periset seseorang yang berharap mendapatkan informasi, dan informan seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang sesuatu objek.  Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.  Wawancara ini merupakan salah satu metode pengumpulan data pada riset kualitatif.  Namun, saat ini beberapa riset kuantitatif banyak juga yang menjadikan wawancara sebagai salah satu metode pengumpulan data.  Dalam hal ini penulis memberikan sejumlah pertanyaan kepada karyawan perusahaan yang menyangkut tentang prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRULink Assurance Account pada Kantor Pru Advance Medan.

3.2.  Jenis Sumber Data

Adapun jenis sumber data yang diperoleh penulis selama menyelesaikan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan selama melakukan Praktik Kerja Lapangan di Kantor PRU Advance Medan.  Sedangkan data sekunder merupakan data primer yang telah diolah untuk diproses lebih lanjut.  Dalam hal ini data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen Kantor PRU Advance Medan yang berhubungan dengan prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRU Link Assurance Account.

3.3  Teknik Analisis Data

Pada tahap analisis data penulis “membaca” data melalui proses pemberian kode data sehingga mempunyai makna.  Proses pemberian kode ini mencakup proses mengatur data, mengorganisasikan data ke dalam suatu pola kategori. Menurut Maleong dalam Kriyanto (2000:103) mendefinisikan analisis data sebagai proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.  Dalam teknik analisis data, penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif.  Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang berhasil dikumpulkan periset di lapangan.  Data tersebut terkumpul baik melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion maupun dokumen-dokumen.  Kemudian data tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu.  Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan (kevalidan), dengan memerhatikan kompetensi subjek penelitian, tingkat autentisitasnya dan melakukan triangulasi berbagai sumber data. 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Asuransi

Hidup penuh dengan resiko yang terduga maupun tidak terduga, oleh karena itu perlu dipahami arti dari asuransi tersebut.  Beberapa kejadian alam yang terjadi pada tahun-tahun belakangan ini dan memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta seperti mengingatkan kita akan perlunya asuransi.  Bagi setiap anggota masyarakat termasuk dunia usaha, resiko untuk mengalami ketidakberuntungan (misfortune) seperti ini selalu ada.  Dalam rangka mengatasi kerugian yang timbul, manusia mengembangkan mekanisme yang saat ini kita kenal sebagai asuransi.  Salah satu cara atau mengalihkan resiko yang ditanggung oleh orang atau perusahaan adalah dengan cara mengasuransikannya kepada perusahaan asuransi. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggungan terhadap resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

Menurut Budisantoso dan Triandaru (2006:177) dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2 yang dikutip dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246 menyatakan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang  tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tertentu”.

Sedangkan menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian menyatakan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.”

Menurut Prodjodikoro (1996:1) dalam bukunya Hukum Asuransi di Indonesia menyatakan bahwa asuransi merupakan suatu persetujuan di mana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.

Menurut Soebagyo (1998) dalam situsnya http://www.wikipedia.org Asuransi atau  pertanggungan merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi.

Menurut Radiks Purba (1992) dalam situsnya http://www.wikipedia.org menyatakan bahwa, “Asuransi merupakan lembaga keuangan sebab melalui asuransi dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, di samping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi, karena sesungguhnya asuransi bertujuan memberikan perlindungan (proteksi) atas kerugian keuangan (financial loss) yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak terduga sebelumnya (fortuitious event)”.

Sedangkan menurut Mark R. Green dalam situsnya http://www.wikipedia.org mengatakan bahwa “Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi resiko, dengan jalan mengombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.”

Berdasarkan pengertian asuransi atau pertanggungan di atas dapat diuraikan unsur-unsur yuridis dari suatu asuransi atau pertanggungan adalah sebagai berikut:

1.   Pihak tertanggung (insured)

Merupakan orang yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung secara sekaligus atau berangsur-angsur

2.   Pihak penanggung (insurer)

Merupakan orang yang berjanji membayarkan sejumlah uang (santunan) kepada tertanggung, sekaligus atau berangsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur yang tidak diketahui sebelumnya

3.   Adanya perjanjian asuransi antara penanggung dan tertanggung

4.   Adanya pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung

5.   Adanya kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diderita oleh tertanggung

6.   Adanya suatu peristiwa yang tidak pasti terjadinya

Asuransi atau pertanggungan di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian yang berlaku efektif tanggal 11 Februari 1992.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi resiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena resiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah cukup besar, agar kemungkinan kerugiannya dapat diramalkan, dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proporsional oleh semua pihak dalam gabungan itu.

2.1.1  Prinsip-prinsip dalam Asuransi atau Pertanggungan

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang merupakan prinsip dasar asuransi atau pertanggungan adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Kepentingan yang Dapat Diasuransikan atau Dipertanggungkan (insurable interest)

Prinsip kepentingan yang bisa diasuransikan atau dipertanggungkan ini terkandung dalam ketentuan Pasal 250 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menentukan bahwa agar suatu perjanjian asuransi dapat dilaksanakan, maka objek yang diasuransikan haruslah merupakan suatu kepentingan yang dapat diasuransikan (insurable interest), yakni kepentingan yang dapat dinilai dengan uang.  Dengan perkataan lain, menurut asas ini seseorang boleh mengasuransikan barang-barang apabila yang bersangkutan mempunyai kepentingan atas barang yang dipertanggungkan.

2. Prinsip Keterbukaan

Prinsip keterbukaan (utmost good faith) ini terkandung dalam ketentuan Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menyatakan bahwa penutupan asuransi baru sah apabila penutupannya didasari itikad baik.

3. Prinsip Indemnity

Prinsip indemnity terkandung dalam ketentuan Pasal 252 dan Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.  Menurut prinsip indemnity bahwa yang menjadi dasar penggantian kerugian dari penanggung kepada tertanggung adalah sebesar kerugian yang sesungguhnya diderita oleh tertanggung dalam arti tidak dibenarkan mencari keuntungan dari ganti rugi asuransi atau pertanggungan.  Dengan perkataan lain, inti dari prinsip indemnity adalah seimbang, yakni seimbang antara kerugian yang betul-betul diderita oleh tertanggung dengan jumlah ganti kerugiannya.

4. Prinsip Subrogasi untuk Kepentingan Penanggung

Prinsip subrogasi ini terkandung dalam ketentuan Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menentukan bahwa apabila tertanggung sudah mendapatkan penggantian atas dasar prinsip indemnity, maka tertanggung tidak berhak lagi memperoleh penggantian dari pihak lain, walaupun jelas ada pihak lain yang bertanggung jawab pula atas kerugian yang dideritanya.  Penggantian dari pihak lain harus diserahkan pada penanggung yang telah memberikan ganti rugi dimaksud.

2.1.2  Bentuk dan Isi Perjanjian Asuransi atau Pertanggungan

Asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian timbal balik, dalam arti suatu perjanjian, dalam mana kedua belah pihak masing-masing mempunyai kewajiban yang senilai, di mana pihak tertanggung mempunyai kewajiban untuk membayar premi, yang jumlahnya ditentukan oleh penanggung, sedangkan pihak penanggung memiliki kewajiban untuk mengganti kerugian yang diderita oleh tertanggung.

Menurut ketentuan Pasal 255 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ditentukan bahwa semua asuransi atau pertanggungan harus dibentuk secara tertulis dengan suatu akta yang dinamakan polis.

Polis asuransi atau pertanggungan merupakan isi dari perjanjian asuransi.  Dalam ketentuan Pasal 256 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ditentukan bahwa isi polis untuk asuransi atau pertanggungan pada umumnya kecuali asuransi jiwa harus memuat:

1.   Hari pembentukan asuransi

2.   Nama pihak yang selaku tertanggung menyetujui terbentuknya asuransi, yaitu atas tanggungannya sendiri atau atas tanggungan orang lain

3.   Penyebutan yang cukup terang dari hal atau objek yang dijamin

4.   Jumlah uang, untuk mana diadakan jaminan (uang asuransi)

5.   Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh si penanggung

6.   Mulai dan akhir tenggang waktu di mana diadakan jaminan oleh penanggung

7.   Uang premi yang harus dibayar oleh tertanggung

8.   Pada umumnya semua hal-hal yang perlu diketahui oleh pihak penanggung, serta semua janji-janji tertentu yang diadakan antara kedua belah pihak

2.1.3 Pengertian Polis Asuransi

Menurut ketentuan Pasal 255 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, perjanjian asuransi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis.  Selanjutnya, Pasal 19 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 menentukan, polis atau bentuk perjanjian asuransi dengan nama apapun, berikut lampiran yang merupakan satu kesatuan dengannya, tidak boleh mengandung kata-kata atau  kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda mengenai resiko yang ditutup asuransinya, kewajiban penanggung dan kewajiban tertanggung, atau mempersulit tertanggung mengurus haknya.

Menurut Triandaru & Budisantosa (2008:182) menyatakan bahwa Polis Asuransi merupakan bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi.

Polis memegang peranan penting dalam menjaga konsistensi pertanggungjawaban baik pihak penanggung maupun tertanggung.  Dengan adanya polis asuransi perjanjian antara kedua belah pihak mendapat kekuatan secara hukum.  Dengan memiliki polis asuransi tersebut, maka pihak tertanggung memiliki jaminan bahwa pihak penanggung akan mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung akibat peristiwa yang tidak terduga.  Polis tersebut merupakan bukti otentik yang dapat digunakan oleh tertanggung untuk mengajukan klaim apabila pihak penanggung mengabaikan tanggungjawabnya.  Penggantian finansial dari penanggung akan sangat bermanfaat untuk mengembalikan tertanggung kepada kedudukannya semula sebelum mengalami kerugian dan menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan.  Polis asuransi juga berfungsi sebagai bukti pembayaran premi kepada penanggung.

2.1.4 Isi Polis

Menurut ketentuan Pasal 256 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, setiap polis kecuali mengenai asuransi jiwa, harus memuat syarat-syarat khusus berikut ini:

  1. Hari dan tanggal pembuatan asuransi
  2. Nama tertanggung, untuk diri sendiri atau untuk pihak ketiga
  3. Uraian yang jelas mengenai benda yang diasuransikan
  4. Jumlah yang diasuransikan
  5. Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh penanggung
  6. Saat bahaya/evanemen mulai berjalan dan berakhir yang menjadi tanggungan penanggung
  7. Premi asuransi
  8. Umumnya semua keadaan yang perlu diketahui oleh penanggung dan penanggung dan segala janji-janji khusus yang diadakan antar pihak

2.1.5 Pengertian Premi Asuransi

Menurut Triandaru & Budisantoso (2008:183) menyatakan bahwa Premi asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik.  Jumlah premi sangat tergantung pada faktor- faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkat resiko dan jumlah nilai pertanggungan.  Apabila kemungkinan terjadinya resiko kerugian sangat tinggi, pihak penanggung tentu saja akan memperhitungkan tingkat premi yang jauh lebih tinggi daripada pertanggungan yang kemungkinan terjadinya kerugian kecil.  Selain itu, biasanya pihak penanggung juga memperhitungkan nilai waktu uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung.  Jangka waktu pembayaran premi sangat tergantung pada perjanjjian yang sudah dituangkan di dalam polis asuransi.  Jangka waktu pembayaran dapat dibayar secara bulanan, triwulanan, semesteran, maupun tahunan.

2.2  Jenis-jenis Asuransi

Pada saat ini telah berkembang berbagai jenis asuransi di masyarakat, dalam manajemen resiko asuransi memungkinkan berbagi dan mentransfer resiko.  Hal ini merupakan cara terbaik untuk mengganti kerugian.  Kebanyakan orang tidak mengerti perbedaan mendasar pada jenis-jenis asuransi.  Padahal untuk menentukan program asuransi yang paling cocok dengan kebutuhan, harus dipahami jenis-jenis asuransi tersebut.

Asuransi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Asuransi Tradisional
  2. Asuransi Non-Tradisional

Asuransi jiwa diberikan untuk perorangan maupun kumpulan dan diberikan dalam berbagai bentuk polis.  Berikut ini penjelasan dari tiga jenis polis asuransi jiwa yang utama.

  1. 1. Asuransi Jiwa Berjangka (term life insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberikan manfaat kematian jika tertanggung meninggal dalam suatu jangka waktu tertentu.

  1. 2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole-life insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup bagi tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan.

  1. 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (endowment insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberika manfaat polis yang dibayar pada saat tertanggung meninggal, atau pada tanggal yang ditentukan jika tertanggung masih hidup sampai tanggal tersebut.

  1. 1. Asuransi Jiwa Berjangka (term life insurance)

Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis asuransi jiwa yang melindungi tertanggung hingga akhir usia, biasanya ditanggung sampai umur 99 tahun.  Berikut ini karakter produk asuransi jiwa berjangka yakni:

  1. Seluruh produk asuransi berjangka memberikan pertanggungan selama satu jangka waktu tertentu yang disebut jangka waktu polis (policy term).
  2. Manfaat polis dapat dibayarkan hanya apabila:
  3. Tertanggung meninggal dalam jangka waktu yang ditetapkan.
  4. Polis masih inforce ketika tertanggung meninggal dunia.
  5. Jika tertanggung masih hidup sampai berakhirnya jangka waktu yang telah ditetapkan, polis tersebut dapat memberikan hak kepada pemegang polis untuk melanjutkan pertanggungan asuransi.  Jika pemegang polis tidak melanjutkan pertanggungan itu, maka polis akan berakhir dan perusahaan asuransi tidak berkewajiban memberikan pertanggungan selanjutnya.
  6. Perlindungan asuransi jiwa berjangka biasanya tersedia dalam bentuk polis asuransi, namun dapat juga tersedia dalam bentuk sebuah rider (asuransi tambahan) yang ditambahkan pada polis dasarnya tersebut.

Jenis-jenis pertanggungan asuransi jiwa berjangka terdiri dari:

a)     Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap (level term insurance) yang memberikan manfaat kematian dalam jumlah yang sama selama jangka waktu polis tersebut.

b)     Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun (decreasing term life insurance) yang memberikan manfaat kematian yang nilainya menurun selama jangka waktu pertanggungan.

Asuransi jiwa berjangka biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.  Membutuhkan proteksi sementara

2.  Memiliki penghasilan kecil namun membutuhkan proteksi

3.  Tertarik pada proteksi besar dan premi yang rendah

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole life insurance)

Karakteristik asuransi jiwa seumur hidup adalah:

a)  Memberikan pertanggungan seumur hidup kepada tertanggung selama polis masih inforce.

b)  Memberikan pertanggungan asuransi dan mengandung tabungan dalam bentuk nilai tunai (cash value)

c)  Memberikan pertanggungan seumur hidup dengan tarif premi tetap (level premium rate) yang tidak meningkat sejalan dengan bertambahnya usia tertanggung.

d)  Memberikan fleksibilitas kepada pemegang polis untuk mengubah isi selama polis masih berlaku.

e)  Pemegang polis dapat menggunakan nilai tunai sebagai jaminan untuk pinjaman polis, dan berhak menarik dana dari nilai tunai polis jika sudah terbentuk.

Asuransi jiwa seumur hidup biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.  Memiliki kebutuhan dalam mempersiapkan warisan

2.  Membutuhkan perlindungan finansial jangka panjang

  1. 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (endowment insurance)

Karakteristik asuransi jiwa dwiguna adalah:

a)        Memberikan suatu jumlah manfaat tertentu apakah tertanggung hidup sampai akhir jangka waktu pertanggungan atau meninggal selama jangka waktu pertanggungan

b)        Memiliki tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika tertanggung masih hidup

c)         Dapat menghasilkan nilai tunai dengan lebih cepat

d)        Tarif premi biasanya tetap

Asuransi jiwa dwiguna biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.   Ingin mempersiapkan dana pensiun

2.   Ingin melakukan tabungan jangka pendek

3.   Ingin mempersiapkan dana pendidikan anak

2.3. Manfaat Asuransi

Manfaat asuransi menurut Budisantoso dan Triandaru (2006:178) dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2 menyatakan bahwa pada dasarnya asuransi dapat memberikan manfaat bagi tertanggung, antara lain:

a)     Rasa aman dan perlindungan

Polis asuransi yang dimiliki oleh penanggung akan memberikan rasa aman dari resiko atau kerugian yang mungkin timbul.  Kalau resiko atau kerugian benar-benar terjadi, pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.

b)     Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukan nilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar  ke dalam asuransi tersebut.  Untuk mendapatkan nilai pertanggungan, pihak penanggung sudah membuat perhitungan yang tidak merugikan kedua belah pihak.  Semakin besar nilai pertanggungan, semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung.

c)     Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan dalam memperoleh kredit

d)     Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan

Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan.  Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian dari kedua belah pihak).

e)     Alat penyebar resiko

Resiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga kepada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

f)      Membantu meningkatkan kegiatan usaha

Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan resiko kerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab seperti pencurian, kecelakaan, kebakaran, dan lain sebagainya.

2.4. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa

Klaim asuransi jiwa adalah suatu tuntutan dari pihak pemegang polis yang ditunjuk kepada pihak asuransi, atas sejumlah pembayaran uang pertanggungan atau nilai tunai yang timbul karena syarat-syarat dalam perjanjian asuransinya terpenuhi.

2.4.1 Macam-macam Klaim

  1. Klaim meninggal dunia

Klaim meninggal dunia timbul jika tertanggung atau peserta yang tercantum dalam polis meninggal dunia, sedang polisnya dalam keadaan berlaku (inforce).

  1. Klaim penebusan polis/nilai tunai

Klaim penebusan timbul jika polis sudah mempunyai nilai tunai, sedang pemegang polis memutuskan perjanjian asuransinya.

  1. Klaim habis kontrak

Klaim habis kontrak timbul jika jangka waktu perjanjian asuransi sudah berakhir, sedang polisnya dalam keadaan inforce (premi telah dibayar sampai jangka waktu kontrak).

  1. Klaim pengobatan

Klaim kecelakaan timbul akibat pemegang polis mendapat kecelakaan dan polisnya masih inforce.

  1. Klaim rawat inap dan rawat jalan

Klaim rawat inap dan rawat jalan timbul akibat peserta menderita suatu penyakit dan perlu diopname atau cukup hanya dengan rawat jalan saja.

2.4.2 Penyebab Terjadinya Klaim

  1. Tertanggung meninggal dunia
  2. Pemegang polis menghentikan pembayaran preminya dan memutuskan perjanjian asuransinya pada saat polisnya sudah mempunyai nilai tunai.
  3. Perjanjian asuransi sudah berakhir sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam polis dan kewajiban pemegang polis telah terpenuhi atau polis dalam keadaan lapse tetapi telah mempunyai nilai tunai (habis kontrak bebas premi).
    1. Tertanggung mendapat kecelakaan
    2. Tertanggung karena suatu penyakit perlu diopname atau rawat jalan

2.4.3 Pengajuan Klaim Asuransi Perorangan/Individu

2.4.3.1 Klaim Meninggal Dunia

Sebelum membahas formulir dan dokumen yang diperlukan, terlebih dahulu mengetahui status almarhum yang meninggal dunia, apakah sebagai Tertanggung atau Pemegang Polis, karena formulir pengajuan klaim akan berbeda.  Berikut ini dijelaskan perbedaan antara Tertanggung dengan Pemegang Polis.

  1. Tertanggung merupakan orang yang atas jiwanya diasuransikan, misalnya bapak Joko membeli polis untuk anaknya, maka dalam hal ini anaknya merupakan tertanggung.
  2. Pemegang Polis adalah orang yang mempunyai kepentingan atas jiwa tertanggung yang mengadakan perjanjian dengan perusahaan asuransi jiwa untuk mengasuransikan tertanggung.

Jika yang meninggal dunia dalam hal ini adalah tertanggung, maka dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.   Polis asli atau duplikat polis bila polis asli hilang atau sertifikat pengganti polis/surat pengakuan hutang bila polis asli menjadi jaminan peminjam.

2.   Kwitansi asli bukti pembayaran premi terakhir.

3.   Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Lurah/Kepala Desa yang dilegalisir oleh Camat, atau Akte Kelahiran.

4.   Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian atau pihak yang berwenang apabila tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.

5.   Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia.

6.   Daftar pertanyaan klaim.

7.   Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Dokter/Rumah Sakit apabila tertanggung meninggal dunia dari Dokter, atau Rumah Sakit apabila tertanggung meninggal dunia dalam perawatan Dokter/Rumah Sakit.

8.   Fotokopi Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran apabila pembayaran klaim diwakilkan oleh orang tua kandung.

9.   Surat Kuasa dari yang ditunjuk dalam hal yang ditunjuk lebih dari satu, dan berhalangan.

10.   Surat Penetapan Wali dari Pengadilan Negeri apabila yang ditunjuk dalam polis belum cakap bertindak menurut hukum/belum dewasa, sedangkan kedua orangtuanya meninggal dunia.

11.   Surat penetapan ahli waris dari Pengadilan Negeri apabila pemegang polis yang ditunjuk menerima santunan dalam polis meninggal dunia.

12.   Fotokopi Kartu Identitas tertanggung dan ahli waris/pihak yang ditunjuk.

13.   Apabila pembayaran akan dikuasakan kepada suami/istri/orangtua/anak, harus menyerahkan surat kuasa disertai materai dari perusahaan asuransi jiwa.

14.   Apabila pemegang polis mendapat perlindungan asuransi lain, maka harus dilengkapi dengan pernyataan asuransi tersebut terhadap jumlah yang telah dibayar disertakan dengan salinan dokumen lengkap yang telah dilegalisir.

15.   Formulir Nomor Rekening Bank.

16.   Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat/Kematian dari Rumah Sakit/Dinas Kesehatan.

17.   Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis.

Catatan:

1.   Semua pertanyaan pada Formulir Klaim & Surat Keterangan Dokter harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas tanpa pembebanan kepada PT Prudential Life Assurance.

2.   Dokumen dan hasil pemeriksaan penunjang wajib dilampirkan.

3.   Pengajuan klaim dan pembayaran manfaat tidak dikenakan biaya apapun, kecuali yang termasuk dalam ketentuan polis.

4.   Berkas yang diajukan harus merupakan dokumen asli/legalisir oleh pihak yang berwenang oleh Staff Klaim Kantor Pusat di Jakarta.

5.   Semua dokumen yang telah lengkap dikirimkan ke Kantor Pusat Prudential Life Assurance, selambat-lambatnya diterima Prudential Life Assurance dalam waktu 30 hari sejak tanggal pengajuan klaim dilakukan.

6.   Apabila pemegang polis dan atau peserta mengajukan dokumen klaim tidak secara lengkap, Prudential Life Assurance akan menganggap sebagai klaim yang diajukan.

7.   Prudential Life Assurance berhak untuk mendapatkan segala keterangan/catatan medis dari rumah sakit dan atau pihak lain sehubungan dengan diagnosa dan atau pelayanan lainnya yang diberikan kepada peserta.

8.   Prudential Life Assurance berhak melakukan penolakan klaim apabila terdapat informasi yang berbeda dari beberapa pihak yang terkait.

  1. Apabila Klaim disetujui oleh Kantor Pusat Prudential Life Assurance, maka akan dilakukan pembayaran atas manfaat asuransi sesuai dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 30 hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Prudential Life Assurance.

10.   Apabila pemegang polis asuransi meninggal dunia tanpa diketahui penyebab kematian secara pasti, maka pembayaran atas manfaat asuransi dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 90 hari kerja sejak dokumen lengkap diterima Prudential Life Assurance.

11.   Pembayaran manfaat asuransi dinyatakan batal demi hukum karena pemegang polis melakukan bunuh diri, dan atau perkelahian yang dilakukan secara sengaja sehingga menyebabkan kematian bagi pemegang polis.

2.4.3.2 Klaim Penebusan Polis

Klaim penebusan timbul jika polis sudah mempunyai nilai tunai, sedang pemegang polis memutuskan perjanjian asuransinya.  Berikut ini merupakan prosedur pembayaran klaim penebusan polis sebagai berikut:

1.   Polis asli atau pengganti polis

2.   Kwitansi asli pembayaran premi terakhir yang dikeluarkan oleh Prudential Life Assurance.

3.   Mengisi dan mengajukan surat pengajuan klaim.

4.   Bukti identitas diri (KTP, SIM) pemegang polis atau tertanggung.

2.4.3.3 Klaim Habis Kontrak

Klaim habis kontrak timbul jika jangka waktu perjanjian asuransi sudah berakhir, sedang polisnya dalam keadaan inforce (premi telah dibayar sampai jangka waktu kontrak).  Berikut ini prosedur pembayaran klaim habis kontrak sebagai berikut:

1.   Polis asli atau duplikat bila polis asli hilang atau sertifikat pengganti polis, surat pengakuan hutang bila polis asli menjadi jaminan pinjaman.

2.   Kwitansi asli bukti pembayaran premi terakhir.

3.   Surat Pengajuan Klaim.

4.   Fotokopi bukti pemegang polis.

Catatan:

Apabila polis asli atau pengganti polis hilang, maka pemegang polis harus membuat pernyataan polis hilang di atas kertas bermaterai cukup dan didukung Surat Keterangan Lapor dari Kepolisian.

2.4.3.4 Klaim Pengobatan Akibat Kecelakaan

Klaim kecelakaan timbul akibat peserta mendapatkan kecelakaan dan polisnya masih inforce. Berikut ini prosedur pembayaran klaim pengobatan akibat kecelakaan sebagai berikut:

1.   Surat Pengajuan Klaim

2.   Fotokopi sertifikat

3.   Fotokopi kwitansi pembayaran premi terakhir

4.   Kwitansi biaya pengobatan dan perawatan

5.   Proses verbal dari Kepolisian apabila akibat kecelakaan lalu lintas

2.4.3.5 Klaim Rawat Inap dan Rawat Jalan

Klaim rawat inap dan rawat jalan timbul akibat penderita menderita suatu penyakit dan perlu diopname atau cukup hanya dengan rawat jalan saja.  Berikut ini prosedur pembayaran klaim rawat inap dan rawat jalan sebagai berikut:

1.   Mencantumkan nomor kepesertaannya

2.   Semua bukti-buki biaya rawat inap dan rawat jalan

3.   Surat Keterangan dari rumah sakit yang merawat

4.   Laporan operasi bila dilakukan tindakan operasi dan termasuk rincian biaya operasi.

5.   Salinan resep

6.   Formulir Klaim Prudential Life Assurance diisi lengkap dengan data peserta dan ditandatangani oleh peserta

7.   Formulir Klaim tentang resume medis yang diisi lengkap dan jelas serta mencantumkan tanda tangan, nama jelas yang memberikan layanan kesehatan

8.   Salinan permintaan dari pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium, rontgent, patologi anatomi dan lain-lain) berikut hasil salinan medisnya

Catatan:

Apabila Klaim disetujui oleh Kantor Pusat Prudential Life Assurance, maka akan dilakukan pembayaran atas manfaat asuransi sesuai dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Prudential Life Assurance.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Asuransi

Hidup penuh dengan resiko yang terduga maupun tidak terduga, oleh karena itu perlu dipahami arti dari asuransi tersebut.  Beberapa kejadian alam yang terjadi pada tahun-tahun belakangan ini dan memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta seperti mengingatkan kita akan perlunya asuransi.  Bagi setiap anggota masyarakat termasuk dunia usaha, resiko untuk mengalami ketidakberuntungan (misfortune) seperti ini selalu ada.  Dalam rangka mengatasi kerugian yang timbul, manusia mengembangkan mekanisme yang saat ini kita kenal sebagai asuransi.  Salah satu cara atau mengalihkan resiko yang ditanggung oleh orang atau perusahaan adalah dengan cara mengasuransikannya kepada perusahaan asuransi. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggungan terhadap resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

Menurut Budisantoso dan Triandaru (2006:177) dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2 yang dikutip dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246 menyatakan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang  tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tertentu”.

Sedangkan menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian menyatakan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.”

Menurut Prodjodikoro (1996:1) dalam bukunya Hukum Asuransi di Indonesia menyatakan bahwa asuransi merupakan suatu persetujuan di mana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.

Menurut Soebagyo (1998) dalam situsnya http://www.wikipedia.org Asuransi atau  pertanggungan merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi.

Menurut Radiks Purba (1992) dalam situsnya http://www.wikipedia.org menyatakan bahwa, “Asuransi merupakan lembaga keuangan sebab melalui asuransi dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, di samping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi, karena sesungguhnya asuransi bertujuan memberikan perlindungan (proteksi) atas kerugian keuangan (financial loss) yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak terduga sebelumnya (fortuitious event)”.

Sedangkan menurut Mark R. Green dalam situsnya http://www.wikipedia.org mengatakan bahwa “Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi resiko, dengan jalan mengombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.”

Berdasarkan pengertian asuransi atau pertanggungan di atas dapat diuraikan unsur-unsur yuridis dari suatu asuransi atau pertanggungan adalah sebagai berikut:

1.   Pihak tertanggung (insured)

Merupakan orang yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung secara sekaligus atau berangsur-angsur

2.   Pihak penanggung (insurer)

Merupakan orang yang berjanji membayarkan sejumlah uang (santunan) kepada tertanggung, sekaligus atau berangsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur yang tidak diketahui sebelumnya

3.   Adanya perjanjian asuransi antara penanggung dan tertanggung

4.   Adanya pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung

5.   Adanya kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diderita oleh tertanggung

6.   Adanya suatu peristiwa yang tidak pasti terjadinya

Asuransi atau pertanggungan di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian yang berlaku efektif tanggal 11 Februari 1992.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi resiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena resiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah cukup besar, agar kemungkinan kerugiannya dapat diramalkan, dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proporsional oleh semua pihak dalam gabungan itu.

2.1.1  Prinsip-prinsip dalam Asuransi atau Pertanggungan

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang merupakan prinsip dasar asuransi atau pertanggungan adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Kepentingan yang Dapat Diasuransikan atau Dipertanggungkan (insurable interest)

Prinsip kepentingan yang bisa diasuransikan atau dipertanggungkan ini terkandung dalam ketentuan Pasal 250 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menentukan bahwa agar suatu perjanjian asuransi dapat dilaksanakan, maka objek yang diasuransikan haruslah merupakan suatu kepentingan yang dapat diasuransikan (insurable interest), yakni kepentingan yang dapat dinilai dengan uang.  Dengan perkataan lain, menurut asas ini seseorang boleh mengasuransikan barang-barang apabila yang bersangkutan mempunyai kepentingan atas barang yang dipertanggungkan.

2. Prinsip Keterbukaan

Prinsip keterbukaan (utmost good faith) ini terkandung dalam ketentuan Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menyatakan bahwa penutupan asuransi baru sah apabila penutupannya didasari itikad baik.

3. Prinsip Indemnity

Prinsip indemnity terkandung dalam ketentuan Pasal 252 dan Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.  Menurut prinsip indemnity bahwa yang menjadi dasar penggantian kerugian dari penanggung kepada tertanggung adalah sebesar kerugian yang sesungguhnya diderita oleh tertanggung dalam arti tidak dibenarkan mencari keuntungan dari ganti rugi asuransi atau pertanggungan.  Dengan perkataan lain, inti dari prinsip indemnity adalah seimbang, yakni seimbang antara kerugian yang betul-betul diderita oleh tertanggung dengan jumlah ganti kerugiannya.

4. Prinsip Subrogasi untuk Kepentingan Penanggung

Prinsip subrogasi ini terkandung dalam ketentuan Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang pada intinya menentukan bahwa apabila tertanggung sudah mendapatkan penggantian atas dasar prinsip indemnity, maka tertanggung tidak berhak lagi memperoleh penggantian dari pihak lain, walaupun jelas ada pihak lain yang bertanggung jawab pula atas kerugian yang dideritanya.  Penggantian dari pihak lain harus diserahkan pada penanggung yang telah memberikan ganti rugi dimaksud.

2.1.2  Bentuk dan Isi Perjanjian Asuransi atau Pertanggungan

Asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian timbal balik, dalam arti suatu perjanjian, dalam mana kedua belah pihak masing-masing mempunyai kewajiban yang senilai, di mana pihak tertanggung mempunyai kewajiban untuk membayar premi, yang jumlahnya ditentukan oleh penanggung, sedangkan pihak penanggung memiliki kewajiban untuk mengganti kerugian yang diderita oleh tertanggung.

Menurut ketentuan Pasal 255 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ditentukan bahwa semua asuransi atau pertanggungan harus dibentuk secara tertulis dengan suatu akta yang dinamakan polis.

Polis asuransi atau pertanggungan merupakan isi dari perjanjian asuransi.  Dalam ketentuan Pasal 256 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ditentukan bahwa isi polis untuk asuransi atau pertanggungan pada umumnya kecuali asuransi jiwa harus memuat:

1.   Hari pembentukan asuransi

2.   Nama pihak yang selaku tertanggung menyetujui terbentuknya asuransi, yaitu atas tanggungannya sendiri atau atas tanggungan orang lain

3.   Penyebutan yang cukup terang dari hal atau objek yang dijamin

4.   Jumlah uang, untuk mana diadakan jaminan (uang asuransi)

5.   Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh si penanggung

6.   Mulai dan akhir tenggang waktu di mana diadakan jaminan oleh penanggung

7.   Uang premi yang harus dibayar oleh tertanggung

8.   Pada umumnya semua hal-hal yang perlu diketahui oleh pihak penanggung, serta semua janji-janji tertentu yang diadakan antara kedua belah pihak

2.1.3 Pengertian Polis Asuransi

Menurut ketentuan Pasal 255 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, perjanjian asuransi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis.  Selanjutnya, Pasal 19 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 menentukan, polis atau bentuk perjanjian asuransi dengan nama apapun, berikut lampiran yang merupakan satu kesatuan dengannya, tidak boleh mengandung kata-kata atau  kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda mengenai resiko yang ditutup asuransinya, kewajiban penanggung dan kewajiban tertanggung, atau mempersulit tertanggung mengurus haknya.

Menurut Triandaru & Budisantosa (2008:182) menyatakan bahwa Polis Asuransi merupakan bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi.

Polis memegang peranan penting dalam menjaga konsistensi pertanggungjawaban baik pihak penanggung maupun tertanggung.  Dengan adanya polis asuransi perjanjian antara kedua belah pihak mendapat kekuatan secara hukum.  Dengan memiliki polis asuransi tersebut, maka pihak tertanggung memiliki jaminan bahwa pihak penanggung akan mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung akibat peristiwa yang tidak terduga.  Polis tersebut merupakan bukti otentik yang dapat digunakan oleh tertanggung untuk mengajukan klaim apabila pihak penanggung mengabaikan tanggungjawabnya.  Penggantian finansial dari penanggung akan sangat bermanfaat untuk mengembalikan tertanggung kepada kedudukannya semula sebelum mengalami kerugian dan menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan.  Polis asuransi juga berfungsi sebagai bukti pembayaran premi kepada penanggung.

2.1.4 Isi Polis

Menurut ketentuan Pasal 256 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, setiap polis kecuali mengenai asuransi jiwa, harus memuat syarat-syarat khusus berikut ini:

  1. Hari dan tanggal pembuatan asuransi
  2. Nama tertanggung, untuk diri sendiri atau untuk pihak ketiga
  3. Uraian yang jelas mengenai benda yang diasuransikan
  4. Jumlah yang diasuransikan
  5. Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh penanggung
  6. Saat bahaya/evanemen mulai berjalan dan berakhir yang menjadi tanggungan penanggung
  7. Premi asuransi
  8. Umumnya semua keadaan yang perlu diketahui oleh penanggung dan penanggung dan segala janji-janji khusus yang diadakan antar pihak

2.1.5 Pengertian Premi Asuransi

Menurut Triandaru & Budisantoso (2008:183) menyatakan bahwa Premi asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik.  Jumlah premi sangat tergantung pada faktor- faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkat resiko dan jumlah nilai pertanggungan.  Apabila kemungkinan terjadinya resiko kerugian sangat tinggi, pihak penanggung tentu saja akan memperhitungkan tingkat premi yang jauh lebih tinggi daripada pertanggungan yang kemungkinan terjadinya kerugian kecil.  Selain itu, biasanya pihak penanggung juga memperhitungkan nilai waktu uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung.  Jangka waktu pembayaran premi sangat tergantung pada perjanjjian yang sudah dituangkan di dalam polis asuransi.  Jangka waktu pembayaran dapat dibayar secara bulanan, triwulanan, semesteran, maupun tahunan.

2.2  Jenis-jenis Asuransi

Pada saat ini telah berkembang berbagai jenis asuransi di masyarakat, dalam manajemen resiko asuransi memungkinkan berbagi dan mentransfer resiko.  Hal ini merupakan cara terbaik untuk mengganti kerugian.  Kebanyakan orang tidak mengerti perbedaan mendasar pada jenis-jenis asuransi.  Padahal untuk menentukan program asuransi yang paling cocok dengan kebutuhan, harus dipahami jenis-jenis asuransi tersebut.

Asuransi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Asuransi Tradisional
  2. Asuransi Non-Tradisional

Asuransi jiwa diberikan untuk perorangan maupun kumpulan dan diberikan dalam berbagai bentuk polis.  Berikut ini penjelasan dari tiga jenis polis asuransi jiwa yang utama.

  1. 1. Asuransi Jiwa Berjangka (term life insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberikan manfaat kematian jika tertanggung meninggal dalam suatu jangka waktu tertentu.

  1. 2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole-life insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup bagi tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan.

  1. 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (endowment insurance)

Merupakan asuransi jiwa yang memberika manfaat polis yang dibayar pada saat tertanggung meninggal, atau pada tanggal yang ditentukan jika tertanggung masih hidup sampai tanggal tersebut.

  1. 1. Asuransi Jiwa Berjangka (term life insurance)

Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis asuransi jiwa yang melindungi tertanggung hingga akhir usia, biasanya ditanggung sampai umur 99 tahun.  Berikut ini karakter produk asuransi jiwa berjangka yakni:

  1. Seluruh produk asuransi berjangka memberikan pertanggungan selama satu jangka waktu tertentu yang disebut jangka waktu polis (policy term).
  2. Manfaat polis dapat dibayarkan hanya apabila:
  3. Tertanggung meninggal dalam jangka waktu yang ditetapkan.
  4. Polis masih inforce ketika tertanggung meninggal dunia.
  5. Jika tertanggung masih hidup sampai berakhirnya jangka waktu yang telah ditetapkan, polis tersebut dapat memberikan hak kepada pemegang polis untuk melanjutkan pertanggungan asuransi.  Jika pemegang polis tidak melanjutkan pertanggungan itu, maka polis akan berakhir dan perusahaan asuransi tidak berkewajiban memberikan pertanggungan selanjutnya.
  6. Perlindungan asuransi jiwa berjangka biasanya tersedia dalam bentuk polis asuransi, namun dapat juga tersedia dalam bentuk sebuah rider (asuransi tambahan) yang ditambahkan pada polis dasarnya tersebut.

Jenis-jenis pertanggungan asuransi jiwa berjangka terdiri dari:

a)     Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap (level term insurance) yang memberikan manfaat kematian dalam jumlah yang sama selama jangka waktu polis tersebut.

b)     Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun (decreasing term life insurance) yang memberikan manfaat kematian yang nilainya menurun selama jangka waktu pertanggungan.

Asuransi jiwa berjangka biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.  Membutuhkan proteksi sementara

2.  Memiliki penghasilan kecil namun membutuhkan proteksi

3.  Tertarik pada proteksi besar dan premi yang rendah

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole life insurance)

Karakteristik asuransi jiwa seumur hidup adalah:

a)  Memberikan pertanggungan seumur hidup kepada tertanggung selama polis masih inforce.

b)  Memberikan pertanggungan asuransi dan mengandung tabungan dalam bentuk nilai tunai (cash value)

c)  Memberikan pertanggungan seumur hidup dengan tarif premi tetap (level premium rate) yang tidak meningkat sejalan dengan bertambahnya usia tertanggung.

d)  Memberikan fleksibilitas kepada pemegang polis untuk mengubah isi selama polis masih berlaku.

e)  Pemegang polis dapat menggunakan nilai tunai sebagai jaminan untuk pinjaman polis, dan berhak menarik dana dari nilai tunai polis jika sudah terbentuk.

Asuransi jiwa seumur hidup biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.  Memiliki kebutuhan dalam mempersiapkan warisan

2.  Membutuhkan perlindungan finansial jangka panjang

  1. 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (endowment insurance)

Karakteristik asuransi jiwa dwiguna adalah:

a)        Memberikan suatu jumlah manfaat tertentu apakah tertanggung hidup sampai akhir jangka waktu pertanggungan atau meninggal selama jangka waktu pertanggungan

b)        Memiliki tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika tertanggung masih hidup

c)         Dapat menghasilkan nilai tunai dengan lebih cepat

d)        Tarif premi biasanya tetap

Asuransi jiwa dwiguna biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:

1.   Ingin mempersiapkan dana pensiun

2.   Ingin melakukan tabungan jangka pendek

3.   Ingin mempersiapkan dana pendidikan anak

2.3. Manfaat Asuransi

Manfaat asuransi menurut Budisantoso dan Triandaru (2006:178) dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2 menyatakan bahwa pada dasarnya asuransi dapat memberikan manfaat bagi tertanggung, antara lain:

a)     Rasa aman dan perlindungan

Polis asuransi yang dimiliki oleh penanggung akan memberikan rasa aman dari resiko atau kerugian yang mungkin timbul.  Kalau resiko atau kerugian benar-benar terjadi, pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.

b)     Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukan nilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar  ke dalam asuransi tersebut.  Untuk mendapatkan nilai pertanggungan, pihak penanggung sudah membuat perhitungan yang tidak merugikan kedua belah pihak.  Semakin besar nilai pertanggungan, semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung.

c)     Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan dalam memperoleh kredit

d)     Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan

Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan.  Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian dari kedua belah pihak).

e)     Alat penyebar resiko

Resiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga kepada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

f)      Membantu meningkatkan kegiatan usaha

Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan resiko kerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab seperti pencurian, kecelakaan, kebakaran, dan lain sebagainya.

2.4. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa

Klaim asuransi jiwa adalah suatu tuntutan dari pihak pemegang polis yang ditunjuk kepada pihak asuransi, atas sejumlah pembayaran uang pertanggungan atau nilai tunai yang timbul karena syarat-syarat dalam perjanjian asuransinya terpenuhi.

2.4.1 Macam-macam Klaim

  1. Klaim meninggal dunia

Klaim meninggal dunia timbul jika tertanggung atau peserta yang tercantum dalam polis meninggal dunia, sedang polisnya dalam keadaan berlaku (inforce).

  1. Klaim penebusan polis/nilai tunai

Klaim penebusan timbul jika polis sudah mempunyai nilai tunai, sedang pemegang polis memutuskan perjanjian asuransinya.

  1. Klaim habis kontrak

Klaim habis kontrak timbul jika jangka waktu perjanjian asuransi sudah berakhir, sedang polisnya dalam keadaan inforce (premi telah dibayar sampai jangka waktu kontrak).

  1. Klaim pengobatan

Klaim kecelakaan timbul akibat pemegang polis mendapat kecelakaan dan polisnya masih inforce.

  1. Klaim rawat inap dan rawat jalan

Klaim rawat inap dan rawat jalan timbul akibat peserta menderita suatu penyakit dan perlu diopname atau cukup hanya dengan rawat jalan saja.

2.4.2 Penyebab Terjadinya Klaim

  1. Tertanggung meninggal dunia
  2. Pemegang polis menghentikan pembayaran preminya dan memutuskan perjanjian asuransinya pada saat polisnya sudah mempunyai nilai tunai.
  3. Perjanjian asuransi sudah berakhir sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam polis dan kewajiban pemegang polis telah terpenuhi atau polis dalam keadaan lapse tetapi telah mempunyai nilai tunai (habis kontrak bebas premi).
    1. Tertanggung mendapat kecelakaan
    2. Tertanggung karena suatu penyakit perlu diopname atau rawat jalan

2.4.3 Pengajuan Klaim Asuransi Perorangan/Individu

2.4.3.1 Klaim Meninggal Dunia

Sebelum membahas formulir dan dokumen yang diperlukan, terlebih dahulu mengetahui status almarhum yang meninggal dunia, apakah sebagai Tertanggung atau Pemegang Polis, karena formulir pengajuan klaim akan berbeda.  Berikut ini dijelaskan perbedaan antara Tertanggung dengan Pemegang Polis.

  1. Tertanggung merupakan orang yang atas jiwanya diasuransikan, misalnya bapak Joko membeli polis untuk anaknya, maka dalam hal ini anaknya merupakan tertanggung.
  2. Pemegang Polis adalah orang yang mempunyai kepentingan atas jiwa tertanggung yang mengadakan perjanjian dengan perusahaan asuransi jiwa untuk mengasuransikan tertanggung.

Jika yang meninggal dunia dalam hal ini adalah tertanggung, maka dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.   Polis asli atau duplikat polis bila polis asli hilang atau sertifikat pengganti polis/surat pengakuan hutang bila polis asli menjadi jaminan peminjam.

2.   Kwitansi asli bukti pembayaran premi terakhir.

3.   Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Lurah/Kepala Desa yang dilegalisir oleh Camat, atau Akte Kelahiran.

4.   Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian atau pihak yang berwenang apabila tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.

5.   Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia.

6.   Daftar pertanyaan klaim.

7.   Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Dokter/Rumah Sakit apabila tertanggung meninggal dunia dari Dokter, atau Rumah Sakit apabila tertanggung meninggal dunia dalam perawatan Dokter/Rumah Sakit.

8.   Fotokopi Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran apabila pembayaran klaim diwakilkan oleh orang tua kandung.

9.   Surat Kuasa dari yang ditunjuk dalam hal yang ditunjuk lebih dari satu, dan berhalangan.

10.   Surat Penetapan Wali dari Pengadilan Negeri apabila yang ditunjuk dalam polis belum cakap bertindak menurut hukum/belum dewasa, sedangkan kedua orangtuanya meninggal dunia.

11.   Surat penetapan ahli waris dari Pengadilan Negeri apabila pemegang polis yang ditunjuk menerima santunan dalam polis meninggal dunia.

12.   Fotokopi Kartu Identitas tertanggung dan ahli waris/pihak yang ditunjuk.

13.   Apabila pembayaran akan dikuasakan kepada suami/istri/orangtua/anak, harus menyerahkan surat kuasa disertai materai dari perusahaan asuransi jiwa.

14.   Apabila pemegang polis mendapat perlindungan asuransi lain, maka harus dilengkapi dengan pernyataan asuransi tersebut terhadap jumlah yang telah dibayar disertakan dengan salinan dokumen lengkap yang telah dilegalisir.

15.   Formulir Nomor Rekening Bank.

16.   Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat/Kematian dari Rumah Sakit/Dinas Kesehatan.

17.   Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis.

Catatan:

1.   Semua pertanyaan pada Formulir Klaim & Surat Keterangan Dokter harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas tanpa pembebanan kepada PT Prudential Life Assurance.

2.   Dokumen dan hasil pemeriksaan penunjang wajib dilampirkan.

3.   Pengajuan klaim dan pembayaran manfaat tidak dikenakan biaya apapun, kecuali yang termasuk dalam ketentuan polis.

4.   Berkas yang diajukan harus merupakan dokumen asli/legalisir oleh pihak yang berwenang oleh Staff Klaim Kantor Pusat di Jakarta.

5.   Semua dokumen yang telah lengkap dikirimkan ke Kantor Pusat Prudential Life Assurance, selambat-lambatnya diterima Prudential Life Assurance dalam waktu 30 hari sejak tanggal pengajuan klaim dilakukan.

6.   Apabila pemegang polis dan atau peserta mengajukan dokumen klaim tidak secara lengkap, Prudential Life Assurance akan menganggap sebagai klaim yang diajukan.

7.   Prudential Life Assurance berhak untuk mendapatkan segala keterangan/catatan medis dari rumah sakit dan atau pihak lain sehubungan dengan diagnosa dan atau pelayanan lainnya yang diberikan kepada peserta.

8.   Prudential Life Assurance berhak melakukan penolakan klaim apabila terdapat informasi yang berbeda dari beberapa pihak yang terkait.

  1. Apabila Klaim disetujui oleh Kantor Pusat Prudential Life Assurance, maka akan dilakukan pembayaran atas manfaat asuransi sesuai dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 30 hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Prudential Life Assurance.

10.   Apabila pemegang polis asuransi meninggal dunia tanpa diketahui penyebab kematian secara pasti, maka pembayaran atas manfaat asuransi dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 90 hari kerja sejak dokumen lengkap diterima Prudential Life Assurance.

11.   Pembayaran manfaat asuransi dinyatakan batal demi hukum karena pemegang polis melakukan bunuh diri, dan atau perkelahian yang dilakukan secara sengaja sehingga menyebabkan kematian bagi pemegang polis.

2.4.3.2 Klaim Penebusan Polis

Klaim penebusan timbul jika polis sudah mempunyai nilai tunai, sedang pemegang polis memutuskan perjanjian asuransinya.  Berikut ini merupakan prosedur pembayaran klaim penebusan polis sebagai berikut:

1.   Polis asli atau pengganti polis

2.   Kwitansi asli pembayaran premi terakhir yang dikeluarkan oleh Prudential Life Assurance.

3.   Mengisi dan mengajukan surat pengajuan klaim.

4.   Bukti identitas diri (KTP, SIM) pemegang polis atau tertanggung.

2.4.3.3 Klaim Habis Kontrak

Klaim habis kontrak timbul jika jangka waktu perjanjian asuransi sudah berakhir, sedang polisnya dalam keadaan inforce (premi telah dibayar sampai jangka waktu kontrak).  Berikut ini prosedur pembayaran klaim habis kontrak sebagai berikut:

1.   Polis asli atau duplikat bila polis asli hilang atau sertifikat pengganti polis, surat pengakuan hutang bila polis asli menjadi jaminan pinjaman.

2.   Kwitansi asli bukti pembayaran premi terakhir.

3.   Surat Pengajuan Klaim.

4.   Fotokopi bukti pemegang polis.

Catatan:

Apabila polis asli atau pengganti polis hilang, maka pemegang polis harus membuat pernyataan polis hilang di atas kertas bermaterai cukup dan didukung Surat Keterangan Lapor dari Kepolisian.

2.4.3.4 Klaim Pengobatan Akibat Kecelakaan

Klaim kecelakaan timbul akibat peserta mendapatkan kecelakaan dan polisnya masih inforce. Berikut ini prosedur pembayaran klaim pengobatan akibat kecelakaan sebagai berikut:

1.   Surat Pengajuan Klaim

2.   Fotokopi sertifikat

3.   Fotokopi kwitansi pembayaran premi terakhir

4.   Kwitansi biaya pengobatan dan perawatan

5.   Proses verbal dari Kepolisian apabila akibat kecelakaan lalu lintas

2.4.3.5 Klaim Rawat Inap dan Rawat Jalan

Klaim rawat inap dan rawat jalan timbul akibat penderita menderita suatu penyakit dan perlu diopname atau cukup hanya dengan rawat jalan saja.  Berikut ini prosedur pembayaran klaim rawat inap dan rawat jalan sebagai berikut:

1.   Mencantumkan nomor kepesertaannya

2.   Semua bukti-buki biaya rawat inap dan rawat jalan

3.   Surat Keterangan dari rumah sakit yang merawat

4.   Laporan operasi bila dilakukan tindakan operasi dan termasuk rincian biaya operasi.

5.   Salinan resep

6.   Formulir Klaim Prudential Life Assurance diisi lengkap dengan data peserta dan ditandatangani oleh peserta

7.   Formulir Klaim tentang resume medis yang diisi lengkap dan jelas serta mencantumkan tanda tangan, nama jelas yang memberikan layanan kesehatan

8.   Salinan permintaan dari pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium, rontgent, patologi anatomi dan lain-lain) berikut hasil salinan medisnya

Catatan:

Apabila Klaim disetujui oleh Kantor Pusat Prudential Life Assurance, maka akan dilakukan pembayaran atas manfaat asuransi sesuai dengan persetujuan Prudential Life Assurance selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Prudential Life Assurance.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

Aktivitas hidup manusia cenderung berubah dan berkembang seiring dengan perubahan zaman.  Perubahan tersebut mencakup perubahan dalam tahapan kehidupan, gaya hidup, serta resiko kehidupan.  Selain itu, perubahan eksternal juga mungkin saja terjadi dan berpengaruh terhadap setiap orang, seperti perubahan ekonomi secara makro, lingkungan, manusia, organisasi dan politik.

Tuntutan perubahan dan peningkatan dalam tahapan kehidupan manusia memunculkan resiko (risk), dan sekaligus peluang (opportunities) bagi setiap orang.  Resiko berkenaan dengan kemungkinan terjadinya kegagalan dan kerugian bagi setiap orang.  Pada prinsipnya setiap orang berusaha untuk meminimalisir resiko yang dihadapi dalam hidupnya.

Dalam menghadapi setiap resiko, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Ada beberapa cara pengelolaan resiko yang digunakan untuk mengendalikan tingkat resiko finansial yang dihadapi, yaitu:

  1. Menghindari resiko (avoiding risk)

Cara pengelolaan resiko yang paling mudah dilakukan adalah menghindari resiko sama sekali.  Contohnya, untuk menghindari resiko jatuh sakit maka seseorang akan menjaga stamina tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, berolah raga secara teratur, tidak merokok, serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

  1. Mengendalikan resiko (controlling risk)

Setiap orang berusaha mengendalikan resiko dengan mengambil langkah-langkah pencegahan (preventive) dan mengurangi resiko tersebut.  Contoh,  untuk mengurangi resiko kecelakaan saat membawa kendaraan maka seseorang akan memastikan bahwa kondisi ban, rem, kopling, dan mesin mobil/motornya dalam keadaan baik, memakai sabuk pengaman, mengendarai dengan hati-hati, serta mematuhi rambu lalu lintas.

  1. Menerima resiko (accepting risk)

Secara sederhana menerima resiko sama dengan menanggung seluruh tanggung jawab finansial atas resiko yang terjadi tersebut.  Contoh, seseorang tidak mengasuransikan rumahnya terhadap resiko kebakaran, dan akan bersedia menanggung kerugian jika terjadi resiko kebakaran terhadap rumahnya.

  1. Mengalihkan resiko (transferring risk)

Apabila seseorang mengalihkan resiko kepada pihak lain, maka ia mengalihkan tanggung jawab finansial atas resiko tersebut kepada pihak lain, yang umumnya atas dasar pemberian imbalan.  Cara yang paling umum bagi seseorang, keluarga, atau perusahaan untuk mengalihkan resiko adalah dengan membeli pertanggungan asuransi.  Resiko kerugian finansial tersebut dialihkan ke perusahaan asuransi, dan apabila terjadi suatu kerugian yang spesifik, perusahaan asuransi tersebut akan membayarkan sejumlah uang asalkan perusahaan asuransi tersebut telah menerima sejumlah uang yang disebut sebagai premi.

Setiap orang pasti menyadari bahwa ia pada akhirnya akan meninggal, namun tidak pasti kapan ia akan meninggal.  Ketika seorang pencari nafkah meninggal tanpa meninggalkan persiapan yang cukup bagi keluarganya, dapat dipastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tidak mampu menyesuaikan dan menyiapkan diri dengan perubahan dalam kehidupannya yang diakibatkan oleh hilangnya penghasilan keluarga secara drastis dan tiba-tiba.  Hal ini dapat disebut sebagai suatu kerugian ekonomi akibat meninggalnya pencari nafkah.  Lain halnya bila si pencari nafkah tersebut telah jauh-jauh hari mempersiapkan keuangan keluarganya agar tetap berjalan secara normal pada saat ia meninggal dunia dengan cara memiliki jaminan finansial melalui asuransi.

Kepastian bahwa setiap orang pasti akan meninggal inilah yang juga disebut dengan resiko murni.  Inilah satu-satunya resiko yang dapat diasuransikan.  Dengan menghitung rata-rata usia hidup dan rata-rata pada usia berapa orang akan meninggal, perusahaan asuransi dapat memperkirakan terjadinya resiko murni ini.  Tujuan dari asuransi itu sendiri adalah memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Bagi sebagian besar orang, kebutuhan dasar akan jaminan finansial merupakan hal yang umum.  Namun, kebutuhan tersebut berbeda untuk setiap orang dan kebutuhan finansial seseorang pun cenderung berubah dari waktu ke waktu.  Asuransi adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membantu mereka dalam penyediaan jaminan finansial.  Sebagian orang menyadari perlunya memiliki jaminan finansial dan membeli asuransi untuk mencukupinya.  Tetapi ada juga sebagian lainnya yang tidak menyadari betapa perlu dan pentingnya asuransi. Kemampuan seseorang untuk mencari penghasilan atau bekerja akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.  Ketika seseorang sudah tidak mampu lagi bekerja dan memperoleh penghasilan, ia butuh memiliki suatu jaminan finansial untuk menghadapi situasi seperti ini dalam kehidupannya.  Dengan memiliki perlindungan asuransi jiwa, biaya hidup dapat tetap ditopang dan kehidupan serta kondisi keuangannya pun akan memperoleh jaminan.

Ketika seseorang menderita cacat, misalnya akibat suatu kecelakaan, kondisi ini membuat dia tidak dapat lagi melakukan kegiatan sehari-hari seperti ketika ia sehat, bekerja dan memiliki penghasilan.  Dengan memiliki asuransi, seseorang  dapat terus menjalankan kehidupannya karena ia akan memperoleh manfaat asuransi yang dimilikinya untuk menggantikan penghasilan yang sudah tidak dapat lagi ia peroleh lantaran cacat yang dideritanya.

Asuransi memberikan jaminan bagi individu maupun perusahaan untuk menekan atau mengurangi beban kerugian dari kemungkinan terjadinya sesuatu peristiwa yang tidak menguntungkan.  Dalam persaingan yang semakin ketat dan perilaku ekonomi bergerak semakin dinamis, yang diikuti pula oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi juga berbagai kebutuhan manusia termasuk kebutuhan terhadap asuransi.

Asuransi merupakan lembaga non bank yang bergerak di bidang jasa ganti rugi di mana asuransi sebagai pihak yang menanggung (penanggung) dan para pengguna jasa asuransi sebagai pihak yang tertanggung.  Di dalam segi dunia usaha, perasuransian merupakan pembangunan usaha yang dibangun atas dasar saling menguntungkan, sehingga dapat menciptakan kemajuan perekonomian di Indonesia, khususnya di dalam bidang asuransi.

Dengan demikian, banyak perusahaan jasa asuransi yang didirikan di Indonesia dengan menawarkan berbagai produk yang sangat beragam, guna memberikan kemudahan kepada konsumen dalam memilih jasa asuransi tersebut.  Salah satunya adalah PT Prudential Life Assurance yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa asuransi.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan perusahaan jasa asuransi yang didirikan pada tahun 1995.  Prudential Indonesia merupakan bagian dari Prudential Plc, dan di Asia Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong.  Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal. Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Prudential Indonesia selalu berusaha untuk menyediakan produk unit link yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan nasabahnya, dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia kerja, pernikahan, kelahiran anak, pendidikan anak, hingga masa pensiun.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk lebih mengetahui seluk-beluk dari perjanjian asuransi jiwa khususnya yang dilaksanakan pada asuransi Prudential sehingga penulis memilih judul “Prosedur Pembayaran Klaim Nasabah Asuransi Jiwa PRULink Assurance Account  Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan” sebagai judul Tugas Akhir.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah tentang “Bagaimana prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRULink Assurance Account Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan”?

1.3 Tujuan Penulisan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan laporan Tugas Akhir yang merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan jenjang pendidikan Diploma 3 Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Medan.  Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRU Link Assurance Account Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.
  2. Untuk mendeskripsikan prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRULink Assurance Account Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.

1.4 Manfaat Penulisan Tugas Akhir

Adapun manfaat dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan sumbangan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, khususnya tentang penyelesaian klaim dalam asuransi jiwa.
    1. Menambah referensi bagi perpustakaan Politeknik Negeri Medan.
    2. Melatih penulis dalam mengungkapkan permasalahan tertentu secara sistematis dan berusaha memecahkan permasalahan yang ada tersebut dengan metode ilmiah, sehingga menunjang pengembangan ilmu pengetahuan tersebut.
    3. Memberi bahan masukan dan referensi bagi penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.
    4. Memberikan sumbangan pemikiran bagi instansi terkait dengan masalah penyelesaian klaim asuransi jiwa pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.
    5. Memberi suatu pengertian dan pedoman mengenai penyelesaian klaim dalam asuransi, sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pihak yang membacanya.

1.5 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Penulisan Tugas Akhir ini dibuat dengan prosedur yang ditentukan oleh Jurusan Administrasi Niaga.  Adapun sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

Bab 1  Pendahuluan

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan penulisan Tugas Akhir, manfaat penulisan Tugas Akhir, dan sistematika penulisan Tugas Akhir.

Bab 2  Tinjauan Pustaka

Bab ini menjelaskan tentang pengertian asuransi, jenis-jenis asuransi, manfaat asuransi, dan prosedur pengajuan klaim  asuransi jiwa.

Bab 3  Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan tentang metode yang digunakan penulis dalam mengumpulkan dan menganalisis data.

Bab 4  Hasil dan Pembahasan

Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan mengenai prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRULink Assurance Account Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.

Bab 5  Simpulan dan Saran

Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran-saran yang membangun untuk menyempurnakan prosedur pembayaran klaim nasabah asuransi jiwa PRULink Assurance Account Pada PT Prudential Life Assurance Kantor PRU Advance Medan.

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya berupa kesehatan dan keselamatan bagi penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan laporan Tugas Akhir ini.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, memberikan bimbingan, saran, motivasi, dan dukungan moril kepada penulis, baik selama masa perkuliahan maupun dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini.  Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Bapak Zulkifli Lubis, Direktur Politeknik Negeri Medan.
  2. Ibu Nursiah Fitri, Ketua Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Administrasi Bisnis.
  3. Bapak Irwan M. Harahap, Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan, saran, dan meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
  4. Ibu Suri Purnami, Dosen Wali Kelas AB – 6B yang selalu memberikan banyak dukungan dan semangat.
  5. Bapak dan Ibu Staff pengajar Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Medan yang telah membimbing dan mendidik penulis selama duduk di bangku perkuliahan.
  6. Ibu Darmawani, Direktur Utama PRU Advance Medan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk Praktik Kerja Lapangan.
  7. Bapak Paibun, Manajer Kantor PRU Advance Medan.
  8. Bapak Vincent, Trainer Keagenan PRU Advance Medan yang senantiasa memberikan banyak informasi tentang perusahaan kepada penulis selama melakukan Praktik Kerja Lapangan.
  9. Ibu Lisda Trisnawati Sihite, Sekretaris I Unit Ibu Darmawani.

10.  Ibu Sufiyanti, Sekretaris II Unit Ibu Darmawani.

11.  Ibu Zuliani Purnama Sari, Sekretaris Unit Ibu Ong Kek Swan.

12.  Seluruh karyawan/karyawati PRU Advance Medan.

13.  Seluruh teman-teman di kelas AB – 6B yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

14.  Paling terkhusus kepada kedua orang tua penulis yang telah banyak memberikan dukungan baik moril, materil, serta doa yang tiada hentinya buat penulis.

Dalam berbagai bentuk, penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini tidak terlepas dari kurangnya pengalaman dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki.  Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca guna mencapai kesempurnaan tulisan ini pada masa mendatang.  Akhir kata semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan,   Agustus 2010

Penulis,

Muhammad Muas

NIM 0705091057

50 PENGUSAHA MUDA SUKSES INDONESIA BERUSIA

DI BAWAH 45 TAHUN

Beragam bidang menjadi lahan para pengusaha muda untuk meretas jalan di dunia bisnis.  Mulai dari bisnis kafe, restoran, butik, rumah produksi (production house), perkapalan, bahkan hingga penerbangan.  Memang tidak mudah menjalankan bisnis di usia muda, mempertahankan, dan bahkan meraup untung.  Ide, agresivitas, inovasi, dan keuletan tampaknya menjadi kunci sukses mereka. Berikut profil 50 pengusaha muda di bawah 35 tahun yang mampu bertahan, dan bahkan menuai untung dalam berbisnis.

Hendy Setiono Pengusaha Muda Pemilik Kebab Turki Baba Rafi
Mungkin nama Hendy Setiono belum familiar di telinga Anda.  Namun tahukah Anda kalau perusahaan yang ia pimpin beromzet lebih dari Rp 1.000.000.000 per bulan.  Ya, anak muda asal Surabaya ini adalah Presiden Direktur Kebab Turki Baba Rafi Surabaya.  Kebab Baba Rafi berdiri sejak September 2003 hingga kini telah memiliki 100 outlet di 16 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.  Dengan bisnis kebabnya ini, Hendy Setiono dinobatkan oleh majalah Tempo edisi akhir 2006 sebagai salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia.  Sebuah prestasi yang cukup membanggakan mengingat usianya baru menginjak 25 tahun.  Ide mendirikan bisnis kebab berawal ketika pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983 ini mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Ia mengamati kedai kebab banyak dikunjungi warga setempat.  Karena penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan tersebut.  Ternyata rasanya sangat enak dan terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota.

Sekembalinya di Surabaya, Hendy langsung menyusun strategi bisnis. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari partner, yaitu Hasan Baraja, Kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner.  Dengan tidak bermaksud asal-asalan, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.  Pada September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu pojok Jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat tinggalnya.

Mengapa gerobak? Hendy beralasan bahwa memproduksi gerobak lebih mudah daripada harus membuat kedai permanen.  Modalnya sedikit, fleksibel dan bisa berpindah-pindah lokasi.  Tentang nama Baba Rafi sendiri ternyata terinspirasi dari nama anak pertamanya, Rafi Darmawan. Baba Rafi yang berarti bapaknya Rafi. Lebih bagus daripada nama Kebab Pak Hendy yang terdengar kurang komersial.

Keinginan Hendy berwirasusaha ini awalnya tidak mendapatkan restu dari kedua orangtuanya.  Mereka menginginkan Hendy menjadi orang kantoran seperti ayahnya.  Terlebih lagi ternyata Hendy harus memutuskan berhenti dari bangku kuliah di tahun kedua Fakultas Teknik Informatika Institut Teknologi Surabaya.  Restupun semakin sulit didapat.  Namun, dengan semangat baja, Hendy ingin membuktikan bahwa bisnis kebabnya ini akan berhasil dan bukan sekedar proyek iseng.

Semua berbuah hasil ketika hanya dalam 3-4 tahun, sulung dari dua bersaudara pasangan Ir. H. Bambang Sudiono dan Endah Setijowati ini berhasil mengembangkan sayap di mana-mana.  Bahkan, hingga pengujung 2006, telah tercatat 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Tahun 2008, telah berkembang menjadi 300 outlet dari Aceh sampai Ambon.

Sukses bisnis kebab yang dikonsep dengan sistem waralaba dan manajemen yang solid, membuat Hendy mendapatkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 oleh menteri Koperasi dan UKM, ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006, penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 oleh Profesi Indonesia, Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007 dari Bank Mandiri, Best Franchise 2007 Category of Food & Beverages dari Pengusaha Magazine, Best Achievement at Young Entrepreneurs Award 2007 dari Bisnis Indonesia dan berbagai perhargaan lainnya.  Kini mimpinya adalah mengembangkan usahanya ke mancanegara seperti Malaysia dan Thailand.  Tidak hanya itu, sudah ada tawaran untuk membuka outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja.

Salah satu pengusaha muda yang sukses di Gresik adalah Syafir Yakup dengan panggilan Caping.  Penampilannya yang ramah dan kalem, Caping bersedia dijadikan nara sumber pemberitaan tentang kesuksesan pengusaha Bawean di Gresik.

Menurut Caping, dirinya pertama merintis usaha sejak tahun 1997 di Gresik sebagai agen penjualan tiket Kapal Jet Foil. Sejak itulah perkembangannya cukup bagus dan prospek besar untuk bergerak di bidang biro jasa perjalanan.

Sekarang Caping sedang menggeluti dua bisnis, yaitu sebagai biro jasa dari perwakilan PT Artha Guna Wisata di Gresik dan pencucian mobil Baita Motor di jalan Usman Sadar Gresik.
Menurut Caping, “biro jasa penjualan tiket secara online 24 jam banyak melayani orang-orang Bawean dengan tujuan Malaysia dan Batam.  Hampir setiap hari ada saja orang Bawean yang memesan tiket melalui saya,” kata Caping.

Caping selain sukses sebagai pengusaha muda, ternyata juga aktif di organisasi sebagai sekretaris Pemuda Bawean Gresik (PBG), pengurus KWBG, dan manajer Bawean FC.

Semangat pantang menyerah dalam membangun bisnis membawa Brian Arfi Faridhi (23) tahun menjuarai Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009.

Wirausaha merupakan profesi yang luar biasa.  Makanya tidak semua orang bisa menjadi wirausaha sejati.  Sebab, dia harus siap bekerja keras, tidak gampang menyerah, harus memiliki mental juara dan siap dihina-hina orang.  Itu alasan juri memilih saya sebagai pemenang karena sudah bolak-balik mengalami jatuh bangun dalam bisnis, ujar Brian, pengusaha muda kreatif di bidang IT, ketika menjawab pertanyaan pengunjung Expo Wirausaha Mandiri di Jakarta Convention Center (JCC), pekan lalu.

Brian, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, tampil dalam expo tersebut karena berhasil menjadi pemenang pertama bidang usaha kreatif WMM 2009.  Brian yang tahun lalu berhasil menembus omzet Rp 559.000.000 itu adalah salah satu dari 98 peserta expo.  Seluruh peserta merupakan alumni WMM. Hingga kini, WMM yang diadakan Bank Mandiri sudah berlangsung empat kali.

Di stan Brian, pemilik PT DheZign Online Solution, dipajang piala penghargaan WMM 2009.  Piala itu diserahkan langsung oleh Wapres Boediono, Jumat (22 Januari) lalu.  Stan tersebut juga memajang papan data yang menampilkan foto Brian dan keterangan mengenai perusahaannya.  Brian mengatakan, data yang ditampilkan banyak yang tidak akurat. Misalnya, disebutkan tahun 2009 dia meraih untung. Padahal sesungguhnya, Brian rugi Rp 14 juta.

Mendengar itu, seorang ibu yang berada di stan Brian, langsung berkomentar, “Lho, kok pemenang WMM bisnisnya rugi? Apa nggak salah, tuh?” Brian spontan menjawab, “Lho, Bu, yang namanya pengusaha harus berani rugi. Tahun lalu, omzet kami naik dua kali lipat. Tapi karena melakukan ekspansi, kami jadi rugi,” tambah pria kelahiran Surabaya, 31 Mei 1986.

Sumber pendapatan Brian berasal dari bisnis IT dan toko online yang menjual perlengkapan busana muslim.  Ke depan, Brian merencanakan ekspansi dengan memperkuat divisi bisnis pengembangan web.  Itu sebabnya tahun lalu dia banyak merekrut Sumber Daya Manusia di bidang Web Programming.  Nanti saya akan fokus ke pasar Jakarta karena prospeknya lebih cerah dibanding Surabaya.  Saya sendiri sudah sekitar tiga bulan di Jakarta, tapi anak istri masih di Surabaya.

Menurut Brian, dia mulai mengembangkan  bisnis IT pada tahun 2006.  Saat ini dia fokus melayani orang yang mau menggunakan media online untuk kegiatan marketing.  Untuk membangun toko online, minimal kami mengenakan biaya senilai Rp 20 juta.  Kami siapkan pula program garansi 100 persen uang kembali, bila konsumen tidak puas, tambah Brian yang juga siap membantu pengusaha pemula memiliki toko online secara free.

Jualan di kampus

Sejak umur 18 tahun Brian sudah berani berjualan parfum di lapak kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.  Dia tidak peduli teman-temannya di kampus meledek kegiatannya itu.  Brian juga pernah berjualan jus di pinggir jalan. Kalau dagangan tidak untung, saya langsung ganti dengan dagangan lainnya. Sedih sih kalau gagal karena saya orang yang tidak suka kalah.

Dilihat dari kepribadiannya, Brian sosok yang tidak suka dengan pekerjaan yang rutin.  Makanya, meski sudah bolak-balik bisnisnya bangkrut, Brian tidak pernah terpikir selesai kuliah akan bekerja di kantor.  Mungkin karena itu pula dia aktif menggali ide-ide usaha baru.

Tak hanya itu, Brian juga orang yang berani mewujudkan setiap gagasannya. Termasuk keberanian memilih menikah pada usia muda, yakni 18 tahun. Kalau mau usaha tidak perlu mikir modal.  Yang penting tekad yang kuat. Gila dan nekat,

Prinsip itu pula yang digunakannya saat mengembangkan bisnis online busana muslim maupun bisnis pengembangan web. Untuk membangun bisnis web development, Brian hanya mengandalkan istrinya sebagai programer dan modal satu komputer, satu printer, dan koneksi internet.  Setelah itu, ya sudah, dipasarkan.  Simpel. Modal lain, harus siap dimaki-maki konsumen, kerja keras dan harus memiliki mental juara,

Target akhir tahun 2010, setelah urusan bisnisnya selesai, dia akan membawa istri dan anaknya tinggal di Jakarta.  Saat ini dunia online di Indonesia sedang tumbuh. Tapi, pasar yang menjanjikan ada di Jakarta.  Saya sudah menyiapkan tenaga-tenaga ahlinya untuk merebut pasar tersebut.

Zulham, Dulu Penjual Bakso Sekarang Pengusaha Sukses

Dengan semangat kerja keras dan dibarengi jiwa entertainer yang dimiliki semenjak remaja, seorang penjual bakso berhasil merubah nasib yang kelam menjadi gemerlap menjadi pengusaha muda yang sukses.

Perjalanan hidup Anas Zulham (27), bisa sebagai inspirasi dan referensi bagi orang yang ingin meniti menjadi pengusaha sukses.  Betapa tidak, berawal dari seorang penjual bakso di depan pasar Lambaro, Aceh Besar, 11 tahun silam, kini telah menjadi seorang pengusaha sukses di Aceh.

Kesuksesan yang diraihnya sekarang, bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi penuh dengan perjuangan yang berat.  Berkat kegigihan dan kesabaran, Zulham meniti perjuangan sebagai seorang penjual bakso gerobak, hingga kini telah mampu merubah garis nasib, menjadi pengusaha sukses.

Wartawan Rakyat Aceh, Sulaiman yang menyambanginya, di salah satu bangunan miliknya yang menyatu dengan pasar di kawasan Beurawae Banda Aceh, tidak ada yang menyangka bila melihat dari penampilan dan gaya bicaranya yang memperlihatkan Anas sebagai mantan penjual bakso.

Keberhasilan yang kini di dapat Alumnus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, bidang studi ilmu Manajemen tersebut rupanya tidak berjalan dengan mulus.

Zulham mengakui, menjadi pengusaha sukses sekarang ini sebelumnya telah malang-melintang membuka usaha kecil-kecilan mulai dari penjual bakso berlanjut membuka empat usaha yang pernah digelutinya seperti usaha café di jalan Mangkubumi Medan pada 1999, usaha internet service provider (ISP) di Banda Aceh tahun 2002.

Usaha Warnet Di Lingke Banda Aceh 2003 dan Impor Semen Cap Orang kuat Dari Malaysia 2005, namun semuanya gagal di tengah jalan.
Ia tak patah arang dan berputus asa, jiwa entertainer yang telah tertanam dan berakar rupanya tidak menyurutkan niatnya untuk menggapai kesuksesan.  Saya kemudian memperluas pergaulan dengan berorganisasai serta rajin mengikuti berbagai seminar tentang bagaimana menjadi seorang entertainer sejati, kegagalan bertubi-tubi kemudian dapat dijadikan sebagai guru paling berharga untuk mendongkrak semangat dan sebagai pembelajaran, kata pria kelahiran 30 Juni 1971.

Untuk memperkuat kapasitasnya sebagai enternainer pada tahun 2007 ia juga mengikuti Pendidikan Non Formal pada Study Visit To Singapore International Trade Institute Of Singapore(ITIS).

Setelah mendapatnya banyak ilmu, ia kembali terjun ke dunia usaha dan membuka toko meubel dan furniture di Banda Aceh sampa kini masih tetap eksis.

Ia juga pernah menjadi Divisi Marketing Hafara Furniture Jepara ( Teak Garden Export) 1996-1997.  Dengan modal semangat keseksesan mulai dirasakannya bertubi-tubi.

Ia kemudian pernah menjabat sebagai Divisi Finance Pt Sawita Abadi Medan (Kelapa Sawit Dan Logging) pada 1998 dan tahun 2003 sampai 2004 menjabat sebagai Komisaris PT Dinar Muda Nusantara Banda Aceh yang merupakan agen perjalanan umroh dari PT Maktour Jakarta.

Pada tahun 1999 ia juga pernah menjadi Wakil Direktur CV Dewi Permai Banda Aceh (Vendor PT Semen Andalas Indonesia).  Pada tahun 2000 menjabat sebagai Direktur CV Dwi Tunggal Permai Banda Aceh yang bergerak pada bidang Kontraktor dan Supplier.

Sampai saat ini ia juga masih memangku berbagai jabatan penting seperti Direktur Utama PT Gading Pattaya Banda Aceh (Tour &Travel), Direktur CV Gading Mas Sakti (agent asuransi surety bond Puri Asih Jakarta), dan Direktur CV Nuansa entertainment Banda Aceh (event organizer).

Belum sampai di situ saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua umum Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (Askindo) Nanggroe Aceh Darussalam.  Ia menyatakan jiwa sebagai enternainer terus ia tularkan kepada para anggota Askindo di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Sehingga nama Anas Zulham saat ini begitu familiar di kalangan pelaku dunia usaha di Aceh, ia menyatakan punya kiat tersendiri dalam mengahadap konsumen dan rekanan yaitu selalu mengerjakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab.

Jika pelayanan yang kita berikan dari hati rekanan maupun konsumen akan puas terhadap kinerja kita, mereka akan terus merekomendasikan kehadiran kita kepada masyarakat, mencari keuntungan itu memang tujuan pengusaha dan kontraktor namun kualitas pekerjaan yang harus diutamakan.

Ia menegaskan para pengusah harus memprioritaskan pembangunan daerahnya dan menjadi yang utama ditahan sendiri dengan terus memperkuat kapasitas diri dan menjadikan sebagai pengusaha yang handal tahan banting dan tentunya yang lebih penting berkompeten dan tanggung jawab.

Hal itu menurut Anas yang terus dikatakan kepada anggota Askindo maupun saat menjadi pembicara di berbagai seminar baik yang didakan oleh mahasiswa LSM maupun NGO lokal dan asing, maka tak jarang, dalam mengisi pembangunan Aceh hari benar-benar pengusaha dan kontraktor berhati bersih.

Dalam menghadapi investasi dari luar negeri seperti yang sedang digenjot pemerintahan Aceh, Anas menyatakan Pemerintah harus melibatkan pengusaha lokal sebagai mitra agar dapat menjalin kerjasama dengan iklim investasi dari luar.

Dalam memajukan sector pembangunan dan ekonimi Investasi sangat penting bagi Aceh, para investor harus dijadikan mitra dan saling bekerjasama tentunya bisa melakukan tranfer data dan informasi,” kata ayah dua anak tersebut.

Aceh Pasca tsunami jelas Anas ibarat gunung emas yang perlo polesan dan banyak kontraktor mapun para investor berebut ingin masuk ke Aceh, oleh karena itu para pengusaha lokal dan kontraktor harus gerak cepat mencari peluang.

Dalam mengisi dan menghadapi pembangunan 2009 Anas kembali menekankan para kontraktor dan kalangan usaha harus mengedepankan profesionalitas dan harus paham betul apa spek tugas yang diambil, serta jangan hanya mencari keuntungan dan mengabaikan tugas dan tanggung jawab.

Menjadi pengusaha muda sukses jadi impian semua orang.  Tapi hanya sedikit yang bisa melakukannya. Di tengah kesibukannya berkutat dengan diktat kuliah, Elang Gumilang, 23 tahun sudah memiliki beberapa jenis bidang usaha dengan penghasilan bernominal sembilan digit.

Seperti halnya figur seorang wiraswastawan, jalan yang ditempuh mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi Institut Pertanian Bogor ini mulanya tidaklah mudah.  Sejak SMA, penyabet Juara Pidato Bahasa Sunda di Bogor ini sudah berjualan donat dan roti di sekolah.

Perasaan malu dan lelah ditepisnya untuk mendapat recehan uang. Perlahan tapi pasti, uang itu digunakannya sebagai biaya masuk perguruan tinggi.  Di kampus,Elang cukup aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan. Prestasinya cukup banyak.  Hasilnya, Juara Java Economics FEM IPB pada tahun  2003 berhasil mengumpulkan uang Rp10 juta yang kemudian dijadikan modal usaha berjualan sepatu dan supplier lampu.

Karena makin pintar berdagang, ia pun merambah ke usaha penyuplaian minyak kelapa sawit.  Setiap hari, ia harus mengangkat galon berisi minyak goreng ke tetangga sekitarnya.  Sadar apa yang dilakukannya adalah kerja otot bukan otak, Elang sempat putus asa dan ingin berhenti berusaha.

Sempat juga prestasi akademisnya turun.  Namun,perjuangan Elang tak sampai di situ.  Naluri bisnis peraih Juara 3 Kompetisi Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia se- Jabodetabek 2003 ini lantas mendirikan kursus bahasa asing English Avenue.

Lembaga kursus tersebut didirikan atas dasar patungan dengan 11 temannya.  Diakui Elang, sangat susah mengelola lembaga pendidikan mengingat keterampilan untuk membuat kurikulum juga minim.  Namun, usaha yang dirintisnya ini lambat laun terus berkembang dengan bantuan teman-temannya.

Hingga kini, Elang hanya bertindak sebagai pemegang saham di lembaga kursus bahasa asing tersebut.  Pada tahun kedua kuliah, Juara 3 Marketing Games 2 FE Universitas Trisakti 2005 ini merambah ke bisnis properti.  Alih profesi ini bukan berarti saya kurang bersyukur atas hasil yang telah ada.  Namun, jika diberi kesempatan dan ada peluang bergerak di situ, kenapa tidak?

Alhasil, Elang mampu mengakuisisi lahan di dekat Kampus Dermaga IPB Bogor senilai Rp1,6 miliar.  Pantas saja, keuntungan yang diperolehnya pun berlimpah.  Belum lagi, Elang berhasil memenangi tender pekerjaan rehabilitasi Gedung Kantor Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Grogol Petamburan DKI Jakarta pada tahun 2006.

Ini hanya usaha bersama lima teman saya.  Nasib Ari Chandra Kurniawan, 24 tahun, lebih dramatis.  Ia mengubah hidupnya dari seorang penggemar kehidupan malam menjadi motivator bertaraf nasional.  Penghasilan yang didapatnya pun minimal delapan digit.

Ia pernah menjadi kuli panggul beras untuk membantu usaha orangtuanya.  Sejak berusia 9 tahun, Archan mencoba berbagai profesi.  Mulai penjual koran, penjual ikan, hingga membuat kacamata dari plastik bekas. Menginjak bangku kuliah, Archan terjun di dunia penjualan produk multi level marketing, CNI.  Tak jarang, Archan sempat mengalami penolakan dan cercaan saat menawari produknya.

Di sinilah mental wirausahanya diuji saat menawarkan produk dari pintu ke pintu. Bersama teman-temannya, Archan mendirikan sebuah event organizer (EO) dan telah berhasil menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan berskala nasional.Persinggungan dengan beragam teman membuat lulusan Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Udara Universitas Trisakti ini masuk ke komunitas Jakarta breakdance.

Archan dengan komunitasnya sering diundang ke kafe maupun diskotik ternama di Jakarta. Sempat pula menjuarai kompetisi breakdance dan membintangi iklan sepatu.  Ia akhirnya menimba ilmu pada Reza M. Syarif M.A. MBA, seorang motivator dan grandmaster motivasi Indonesia, yang pernah masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) saat menyelenggarakan seminar motivasi selama 24 jam nonstop.

Setahun menimba ilmu dari Reza M. Syarif, karier Archan langsung melesat.  Ia mendirikan Spinners Club, kumpulan anak muda berbakat, warung tenda 4Rest.  Saat ini dia menjadi Presiden Direktur PT Maha Andalan Gemilang di bawah bendera Maha Corporation yang bergerak di bidang general trading dan supplier.

Dengan gaya bicara lantang, Archan dijuluki ”sang provokator” dan saat ini menjadi trainer motivasi dengan mengantongi lebih dari 300 jam terbang. Cita-citanya adalah ”memprovokasi” para pemuda untuk berani menjadi entrepreneur dan berlomba dalam berprestasi.  Saya juga berniat akan membuat rekor dunia dengan memotivasi 170.845 pemuda saat peringatan Sumpah Pemuda 2010.  Pemuda jangan hanya membuat kisah, tapi harus membuat sejarah.

Agung Nugroho Pengusaha Muda Sukses di Bidang Laundry Kiloan

Jakarta, (GNI)- Peringati Hari Kebangkitan Nasional Fatigon Semangati Masyarakat untuk Produktif Untuk menuju masyarakat Indonesia yang produktif, sembari memanfaatkan momen Hari Kebangkitan Nasional, salah satu produk multivitamin, Fatigon, yang berada di bawah bendera PT Kalbe Farma, mengusung suatu program yang dinamakan “Aksi Semangat Indonesia Menuju Masyarakat Produktif”.  Program ini merupakan sebuah gerakan moral peduli produktivitas bangsa, dengan mengusung aktivitas positif yang sarat inspirasi,edukasi, kesehatan, serta hiburan.

Program ini diawali dengan kickoff pada hari ini, Rabu (19/5), yang bertempat di Marios Place, Jakarta, dengan menghadirkan beberapa orang endorser (bintang pendukung).  Di antaranya yaitu pendiri radio AS, Ahmad Solihun, serta pengusaha laundry kiloan Agung Nugroho Susanto. Acara tersebut sekaligus juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembinaan dan Produktivitas Kemenakertrans, Abdul Wahab Bangkona.

Selanjutnya dalam program ini, akan diadakan kegiatan “Fatigon Aksi Semangat Indonesia” setiap Senin pagi di perkantoran, dengan tujuan mengajak dan membiasakan karyawan di perkantoran tak datang terlambat. Lantas pada tanggal 6 Juni 2010 mendatang, Fatigon juga akan mengadakan serangkaian kegiatan massal di Parkir Timur Senayan, Jakarta, menyusul kemudian di Lapangan Makodam Surabaya dan Lapangan Tagalega, Bandung, serta di tempat-tempat lainnya.  Dalam kesempatan itu akan dilakukan kegiatan-kegiatan menarik bermuatan edukasi, seperti jalan bersama, aerobik, penciptaan rekor Muri membunyikan alarm weker dengan peserta terbanyak (dengan target 15 ribu), plus hiburan oleh band-band papan atas.

Menurut Direktur Sales dan Marketing PT Kalbe Farma, Widjanarko Lokadjaja, kegiatan ini disponsori oleh produk mereka Fatigon, yang merupakan multivitamin paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. “Besar harapan kami, melalui kampanye ini Fatigon bisa membantu mengingatkan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali memiliki semangat kerja, semangat menjadi yang terbaik, sekaligus tentunya Fatigon selalu menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan membantu beraktivitas sehari-hari,”ungkapnya.

Dipaparkan pula, tahun 2010 ini merupakan tahun pertama berlangsungnya program “Aksi Semangat Indonesia Menuju Masyarakat Produktif” dengan memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional.  Kami percaya Hari Kebangkitan Nasional ini dapat menjadi momentum (demi) mencanangkan program yang menjadikan masyarakat lebih produktif.

Saat wartawan Globalnews-indonesia.com mewawancarai salah satu endorser pendukung pengusaha laundry kiloan Agung Nugroho Susanto dari Yogyakarta ia mengatakan bahwa perjalanan hidup seseorang memang tidak pernah ada yang mengira akan jadi apa kita besok bahkan masa depan kita begitu juga Agung Nugroho yang dalam menjalani kehidupannya juga tidak pernah tahu akan jadi apa yang semula hanya melihat dan akhirnya mempunyai ide kreatif untuk mencoba terjun menjadi pengusaha laundry dengan merek dagangnya SimplyFresh.

Sebelumnya Agung juga mempunyai usaha di bidang Distro dan Counter HP tapi menurut Agung kedua bisnis tersebut ternyata gagal dan dalam bisnis Laundry baru sukses.  Hingga saat ini bisnis Laundry kiloannya sudah mencapai 130 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan otlet yang terbanyak ada di Jabodetabek dan hingga saat ini bisnis mencuci ini merupakan salah satu bisnis dengan sistem Franchise yang paling dicari oleh masyarakat yang ingin membuka usahanya.

Agung Nugroho Susanto. Sarjana Hukum, Alumni UGM saat ini omsetnya hingga milyaran rupiah per bulan.  Outlet loundry miliknya hingga kini sudah tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga ke Papua.  Usianya kini baru menginjak 25 tahun.  Usia ini masih relatif muda untuk seorang milyarder.

Pada tahun 2007 ia lulus dari dari Fakultas Hukum UGM, dengan IPK 3,7, kelurganya menyarankan agar dia bekerja di Bank Indonesia. Ternyata beberapa kali tes saya lulus dan terakhir hanya tes Wawancara,” kata Agung mengawali ceritanya.

Tes terakhir itu menurutnya hanya formalitas.  Dia yakin diterima delapan puluh persen.  Tetapi dia berani melawan kehendak orang tua.  Saya tidak ikut tes di BI tersebut.

Dirinya meminta kepada keluarga agar memberi waktu kepadanya untuk meneruskan perjuangan bisnis di bidang lain.  Saya yakin itu (Perjuangan) akan berhasil.

Kini Agung dalam usia yang masih relatif muda ini terus menggeluti bisnisnya di bidang laundry kiloan yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, dengan sistem Franchise.

Akhirnya saya hinggap di usaha cucian ini.  Untuk menyikapi persaingan maka saya harus memiliki kelebihan dalam usaha ini, yaitu saya menambahkan aroma pewangi, garansi total jika ada kerusakan, dan yang terakhir adalah deterjen yang ramah lingkungan, bahkan bisa menyuburkan tanaman.  Simply Fresh kini menjadi laundry favorit para mahasiswa di Yogyakarta karena harga yang ditawarkan ke konsumen sangat murah.

Tubuh atletis, wajah tampan, berjiwa muda dan berwawasan luas.  Itulah gambaran sekilas tentang sosok usahawan muda Indonesia yang satu ini, pria kelahiran Jakarta 10 November 1974.  Dengan semangat jiwa muda dan wawasan luas yang ia miliki, ditunjang oleh pengalaman menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, dia mampu menjalankan beberapa perusahaan besar sekaligus di bawah satu kontrol kepemimpinannya.  Bahkan, pebisnis muda lulusan M.B.A dari Stanford Graduate School of Business, California, Amerika Serikat, juga telah menunjukkan kepiawaiannya memecahkan berbagai persoalan dan kemelut yang beberapa kali hadir melanda perusahaan di tengah persaingan bisnis yang sangat ketat.

Anindya Novyan Bakrie, itulah nama lengkap putra pertama dari Menteri Koordinator Bidang Kesra di Kabinet Indonesia Bersatu, Aburizal Bakrie. Pengusaha yang lebih akrab disapa Pak Anin oleh para kolega bisnis dan stafnya ini, adalah Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk, perusahaan yang dikenal luas dengan produk telepon seluler tarif murah “Esia”.  Suami dari Firdiani Saugi dan ayah dari 3 anak – Alisha Anastasia Bakrie (P), Azra Fadilla Bakrie (P) dan Akila Abunindya Bakrie (L) – ini pernah “magang” di perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk. sebagai Deputi Kepala Operasi dan Direktur Pelaksana pada periode 1997-1999.  Ia selanjutnya mendapat amanat penuh dari orang tuanya untuk memimpin beberapa perusahaan milik keluarga, salah satunya PT Bakrie Telecom Tbk.

Sebagai seorang presiden direktur di perusahaan besar pertelekomunikasian Indonesia, khususnya yang berbasis teknologi CDMA, Anindya selalu mendapatan pelajaran baru dari setiap langkah bisnis yang ia lakukan dalam memajukan pertelekomunikasian di tanah air. Sebagai anak muda, ia tidak pernah berhenti belajar, menimba ilmu dan pengalaman dari para senior.  Hal ini tercermin dari jawaban pendeknya atas pertanyaan apa kiat dan rahasia keberhasilannya dalam mengelola usaha selama ini.  Saya belum pas untuk pertanyaan itu, karena saya sendiri masih belajar, belum punya kiat dan rahasia sukses.  Namun demikian, Anindya senantiasa terbuka kepada setiap orang yang ingin mencoba untuk mencontoh atau berbagi pengalaman sukses dalam mengelola bisnis di bidang telekomunikasi seperti yang digelutinya saat ini.

Selain menahkodai PT Bakrie Telecom Tbk, Anindya juga masuk dalam jajaran puncak memimpin beberapa perusahaan besar lainnya, yakni pada PT Lativi Media Karya (Lativi, yang berganti nama menjadi tvOne pada 14 Februari 2008 lalu) sebagai Presiden Komisaris, PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) sebagai Presiden Direktur, dan di perusahaan Capital Managers Asia Pte., Ltd. (berpusat di Singapura) sebagai Chief Operating Officer.  Dengan jabatan pimpinan di berbagai lembaga bisnis tersebut, dapat dibayangkan betapa sibuknya seorang Anindya bekerja dan berkarya mencapai tujuan usaha yang sedang ditekuni.  Oleh karena itu, kesediaan tokoh pengusaha muda belia yang juga aktif di organisasi Kadin Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap bidang Komunikasi dan Penyiaran ini menerima tim redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) di ruang kerjanya di Wisma Bakrie, Kuningan – Jakarta, untuk sebuah wawancara eksklusif beberapa waktu lalu menjadi sebuah momen langka dan amat istimewa.

Anindya ternyata seorang yang sederhana, bila tidak dapat dikatakan sangat bersahaja.  Seperti layaknya pemuda pribumi Indonesia kebanyakan, ia terlihat biasa saja, ditunjang oleh sifat santun yang amat kentara jauh dari kesan bahwa ia seorang konglomerat kaya-raya; penampilannya saat itu menepis anggapan bahwa anak-anak pejabat menyenangi kehidupan glamour dan angkuh. Senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya menambah “tenteram” suasana hati setiap tetamu yang hadir, ditambah percakapan bersahabat disertai tawa lepas ciri khas lelaki muda yang mudah bergaul dengan semua kalangan.

Anindya adalah seorang Muslim yang taat. Hal ini tercermin dari seringnya ungkapan syukur yang terlontar dari mulutnya di sela-sela pembicaraan; menurut rekan-rekannya ia juga rajin beribadah. Lulusan BSc. dari Northwestern University, Illionis, Amerika Serikat, yang pada pertemuan beberapa waktu lalu itu mengenakan kemeja biru terang dan celana jeans, terkesan kuat memiliki aura kepemimpinan yang amat baik. Dalam penampilan yang bersahaja itu ia tetap terlihat sebagai seorang pemimpin profesional, yang tercermin juga dari tutur kata serta gaya berbicara yang terstruktur, analisis, bervisi jauh ke depan, serta memiliki bobot keilmuan yang tinggi.

Sesungguhnya seorang Anindya bukanlah apa-apa walau ia terlahir dari keturunan keluarga mapan dan kaya mulai garis keluarga kakeknya, alm. H. Achmad Bakrie. Usaha yang dirintis dan dijalankannya saat ini, bila boleh dikatakan berhasil, itu tidak lepas dari kemampuan individu-nya sebagai seorang usahawan. “Darah bisnis” bawaan dari orang tuanya mungkin saja menjadi modal besar dalam mengelola suatu usaha. Dan hal tersebut lebih bermakna ketika Anindya telah mempersiapkan dirinya sendiri untuk menjadi pebisnis melalui pendidikan hingga ke tingkat Master ditambah kegigihannya menimba ilmu filosofi bisnis dari alm. kakeknya.

“Dalam hidup ini, terutama ketika menggeluti sebuah usaha, hal yang perlu ditanamkan adalah bahwa apapun yang dilaksanakan harus bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” demikian pesan kakeknya seperti dituturkan Anindya. Sebuah filsafat hidup sarat makna yang amat fundamental sebagai landasan berpijak dalam setiap kegiatan yang kita inginkan berhasil dengan baik. Hampir semua orang pernah mendengar dan tahu dengan pesan “moral” itu, namun tidak banyak yang mampu melakukannya dengan konsisten. Padahal, justru prinsip tersebut merupakan salah satu penentu berhasil-tidaknya seorang pengusaha.

Kalkulasi kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan adalah salah satu pesan penting Anindya bagi sesama generasi muda serta penerus bangsa. Menurutnya, saat ini, komposisi penduduk Indonesia menunjukkan bahwa 65% adalah penduduk usia di bawah 35 tahun. Masa depan bangsa dan negara Indonesia pada 15 atau 20 tahun mendatang ditentukan oleh generasi yang 65% itu. Oleh karenanya, keadaan Indonesia pada 15 atau 20 tahun akan datang dapat diprediksi dengan melihat karakter dan keadaan generasi muda saat ini. Artinya, para pemuda dan generasi remaja perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyongsong masa 20 tahun nanti itu.

“We are living in an interesting time,” kata Anindya menggambarkan bahwa generasi muda saat ini sedang hidup di zaman yang amat menarik penuh tantangan. Yang oleh sebab itu, mereka perlu memiliki karakter inovator dan kreator handal jika ingin bangsa dan negaranya maju, tidak tertinggal lebih jauh dari bangsa-bangsa lain. Satu kebanggaan bagi Anindya adalah bahwa dari data survey, terdapat 85% pebisnis Indonesia di Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah generasi muda. Ini mengindikasikan bahwa semangat membangun dan berkarya kalangan muda cukup baik.

Percakapan dengan mantan analis keuangan Salomon Brothers Inc. (New York) ini makin hangat ketika HOKI memintanya untuk memberi penjelasan tentang konsep dasar menyediakan layanan telekomunikasi telepon seluler Esia dengan tarif yang dinilai “amat murah” kepada masyarakat. Anindya, yang saat ini aktif sebagai Sekretaris Jenderal The Asia Pasific Media Forum, dengan bersemangat menguraikan panjang lebar tentang landasan logis untuk berani tampil berbeda dari lembaga penyedia jasa telekomunikasi lainnya di tanah air.

Secara gampang, ia mengambil contoh pengalaman dari dunia penerbangan Indonesia yang telah memunculkan “pemenang” dari kelompok maskapai baru yang notabene “baru seumur jagung” dibandingkan pemain lama. Sebutlah Air Asia dan Lion Air yang dalam waktu tidak lebih dari 3 tahun tampil sebagai perusahaan penerbangan papan atas di tanah air melalui konsep tiket murah, dan bahkan terbang gratis selama setahun. Kenyataan ini merefleksikan bahwa keuntungan tidak hanya dapat dihitung dari seberapa besar selisih modal dengan penjualan, tetapi melalui perhitungan berapa banyak produk yang terjual. Kongkritnya, walau keuntungan satuan barang kecil tetapi terjangkau oleh lebih banyak konsumen, maka keuntungan tetap akan diraih oleh sebuah perusahaan, apapun jenis usahanya.

Fenomena tarif murah Esia kembali membuktikan bahwa filosofi “kebermanfaatan bagi orang banyak” serta “kesederhanaan”, tidak perlu mahal, adalah sebuah prinsip hidup yang bernilai kebenaran. “Tidak penting banyak untung dalam sekejap, yang paling dibutuhkan adalah konsistensi dan kontinuitas. Harga murah itu penting bagi sebagian besar masyarakat kita, dan bila dalam harga murah itu kita masih bisa memetik keuntungan walau sedikit, mengapa kita ragu untuk melakukan bisnis dengan harga murah?” demikian komentar Anindya setengah bertanya.

Berdasarkan pengalaman di tahun 2007 lalu, dimana Esia dapat membukukan 3,8 juta pelanggan produk perusahaannya, Anindya yang menyukai olahraga lari marathon ini, menargetkan pencapaian angka 7 juta pelanggan Esia pada tahun 2008. Angka itu diharapkan dapat bertambah hingga 10,5 juta di tahun 2009, dan ia optimis di akhir 2010, Esia akan digunakan oleh tidak kurang 14 juta pelanggan. Pencapaian angka spektakuler itu tentu bukan sesuatu yang mudah, di tengah persaingan yang amat ketat di antara para pebisnis telekomunikasi yang semakin bertambah jumlahnya. Namun, semangat jiwa muda yang dibarengi oleh kemampuan melakukan inovasi menjadi kunci sukses bagi seorang Anindya Novyan Bakri.

Sukses Besar Pengusaha Muda Donat Bakar

Niat Oily Purnama Sari jadi entrepreneur bermula usai mengikuti Ciputra Entrepreneurship di UGM.  Bekal tiga bulan pelatihan mampu menyibak wawasan Sarjana Elektro itu.  Kini ia jadi pengusaha muda donat bakar VERI VLORIDA, Jakarta.

Setelah lulus pada tahun 2007, Oily sempat mengisi kegiatannya dengan bekerja di sebuah perusahaan roti di Yogyakarta.  Ketika itu ia mengaku belum memiliki bekal pengetahuan di bidang entrepreneurship.  Namun naluri bisnisnya diuji coba ketika Oily mengikuti pelatihan Ciputra Entrepreneurship di Pasca Sarjana UGM.

Menurut Oily, selama tiga bulan peserta pelatihan mengikuti bimbingan materi pelajaran dan membuat konsep bisnis.  Pada minggu kedua mereka mengikuti progran Crown I sebagai kegiatan pertama untuk memulai bisnis. Modal awalnya Rp 500.000,-.  Dana itu lalu dikelolanya dengan berjualan suvenir atribut UGM.  Pada program Crown II setiap kelompok diberikan modal pinjaman Rp 1.000.000,- Dana itu digunakan Oily dengan mencoba berbisnis donat.  Yang ada di benak saya ucapan Pak Ciputra berbisnis harus melakukan inovasi.

Termasuk berbisnis donat yang biasanya dibuat dari terigu namun ia mencobanya dengan menggunakan bahan baku ubi jalar.  Nama produknya yakni Donatello yang artinya tello dalam bahasa Jawa adalah ubi.  Produk itu
dijajakan di bazar yang digelar di kampus UGM setiap Minggu pagi.  Ternyata peminatnya banyak.  Sebab rasanya jauh lebih empuk tak ubahnya seperti menikmati kentang Itu resep baru.  Selama ini biasanya donat dibuat hanya dengan menggunakan terigu.

.Belum puas dengan hanya satu temuan.  Oily lantas mengolahnya lagi. Kali ini resepnya baru.  Ia mencoba donat bakar.  Donat bakar itu disajikan dalam bentuk tusuk sate lalu diberi nama donat Dboom.  Ada beberapa pilihan rasa untuk temuan barunya itu.  Peminatnya beraneka ragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kini Oily sukses membawa merek dagangannya yang mulai dikenal di kalangan kampus dan pusat perbelanjaan.  Bisnisnya terus dikembangkan dengan membuat jaringan bisnis dengan sistem bermitra.  Misalnya dengan perusahaan katering dan orderan resmi seperti orang kantoran.

Cara itu lebih jitu sebab keuntungannya sudah bisa dihitung secara cermat.  Memulai jadi pengusaha bisa dilakukan dengan apa yang ada.  Jika belum memiliki home industri, orang boleh-boleh saja bermitra dengan pihak kedua.  Yang penting harus tetap melakukan branding terhadap produk sendiri.

Sebelum memulai usahanya itu Oily sebetulnya sempat ragu-ragu dengan sikap keluarga.  Sebab orangtuanya menginginkan setelah lulus Oily bisa bekerja di perusahaan atau pemerintahan.  Sikap itu membuat Oily tertantang untuk menekuni usahanya dengan gigih.  Kini ia malah sibuk mengikuti workshop dan seminar entrepreneurs di berbagai lembaga dan sekolah.

Saya sudah merasakannya.  Saya berjanji mengabdikan ilmu itu dengan membagi pengalaman serta menyebarkan entrepreneurs kepada keluarga dan teman.  Bahwa entrepreneurs bukan karena faktor keturunan.  Selain keluarga, entreprenurs bisa didapat dari lingkungan dan mengikuti pelatihan.

Kunci utama untuk sukses adalah kerja keras. Jangan pernah mengharapkan hasil yang maksimal dengan usaha minimal, Denni Andri, President PT Taka Turbomachinery Indonesia

Denni Andri adalah owner sekaligus President dari PT. Taka Turbomachinery Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical & Industrial Engineering Industry.  Bermula dari sebuah bengkel mesin yang berlokasi di Bandung, perusahaan ini kemudian berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan yang mampu memperbaiki turbine dan compressor pump skala raksasa di Indonesia.  Saat ini PT Taka telah sangat berpengalaman dalam industrial pump repair, steam turbine repair dan gas turbine component repair dengan klien-klien seperti Pertamina, Indonesia Power, Torishima Guna, Kepindo dan Chevron Pasific Indonesia.  Perusahaan yang dibangun dengan modal awal 60 juta ini, sekarang telah memiliki 150 orang pegawai, luasan fasilitas kantor dan workshop sekitar hampir 6000 m2 dan total aset senilai 80 Milyar.

Memulai dari Nol

Lulus dari jurusan Geologi Institut Teknologi Bandung, Denni bekerja secara freelance di bidangnya.  Pada tahun 1997 ketika krisis ekonomi menerpa, Denni kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Para kliennya malah harus melepas pegawainya.  Kesulitan ini malah menjadi awal bagi Denni untuk memulai membangun bisnis sendiri.  Berangkat dari ketertarikannya di bidang mesin dan mekanik sejak kecil, ia membuka bengkel permesinan umum. Dengan tidak memiliki background di bidang ini, tanpa ragu Ia menjalankan bisnisnya.  Saya memilih bidang ini karena minat dan menjalankannya secara learning by doing.  Customer pertama saya adalah bengkel mobil, ordernya membubut tromol rem, dengan nilai penjualan pertama 15 ribu rupiah.  Berbagai usaha dilakukan Denni untuk menjalankan bisnisnya.  Mulai dari meminjam uang pada orang tua sampai menjual mobil.  Dari tahun ke tahun, mobil saya turun terus.  Tahun 1999 Mobil Daihatsu Taft saya jual diganti Toyota Hardtop untuk membayar hutang orang tua.  Kemudian Hardtop dijual, diganti motor, sampai motor pun akhirnya saya jual dan saya naik angkot. Namun Denni tidak pernah putus asa dalam menghadapi semua kesulitan dan tantangan ini.  Ketika ditanya tantangan apa yang paling besar baginya ? Denni menjawab, tantangan itu selalu ada setiap saat dan Ia menganggap itu sebagai suatu proses yang harus dilewati, mengalir begitu saja.  Tantangan ada di setiap anak tangga yang harus didaki.

Denni tidak pernah merasa gagal.  Saat awal membangun bisnis, Ia berkali-kali ditolak bank.  Mungkin dua pasang sepatu habis solnya karena saya pakai berkeliling dari bank satu ke bank lain.  Sampai akhirnya salah satu bank menerima pengajuan kreditnya.  Saya gagal mendapatkan kredit dari beberapa bank tertentu, tapi saya tidak gagal mendapatkan kredit dari bank.  Kenapa banyak pengusaha gagal ?  Menurut Denni penyebabnya hanya karena kurang ulet, kurang gigih, kurang tahan cobaan dan kurang tahan banting.  Selain itu, Denni pun merasa bahwa Ia tidak pernah merasa susah.  Uang saya seribu saya happy, uang saya 1 juta saya happy, uang saya 100 juta pun saya happy. Bukan uang saya seribu kurang, 1 juta kurang, 100 juta juga kurang.  It’s about mindset.

Pemimpin yang Visioner

Berawal dari sebuah bengkel kecil dengan 2 orang karyawan, dalam kurun waktu 12 tahun Denni telah membangun PT Taka yang kini hampir mendominasi bisnis overhaul turbin, compressor dan pompa di Pertamina, PLN dan berbagai industri Kimia.  Mereka melakukan reblading turbine, rekondisi dan overhaul pompa, rebabbit sleeve bearing, dsb.   Selama 12 tahun  itu pula, Denni membangun sistem dan budaya dalam perusahaannya.  Saya kumpulkan dan bangun sumber daya manusianya, permesinannya, infrastrukturnya, sampai menjadi suatu sistem yang berjalan dengan baik.

Dulu semua peran saya jalankan sendiri.  Secara bertahap peran pimpinan keuangan saya lepas, lalu peran pimpinan  Human Resources, lalu peran Pimpinan Pemasaran.  Suatu saat nanti akan ada yang bisa mengambil peran saya sebagai presiden, dan saya tidak perlu ada disana lagi.  Saat ini, PT Taka telah menguasai 30-40% pangsa pasar dan menjadi nomor dua di bidangnya.  Denni menargetkan pada tahun 2012, PT Taka akan menjadi perusahaan nomor satu dan menjadi yang terbaik di Indonesia.  Namun mimpi Denni tidak berhenti hanya sampai di situ.  Setelah menjadikan Taka sebagai perusahaan nomor satu di Indonesia nanti, di tahun yang sama (2012) Ia berencana mendirikan perusahaan pembuat turbin pertama di Indonesia. Selama ini jika ada yang membutuhkan turbin selalu pergi ke Jerman atau Jepang, nantinya tidak perlu lagi.  Itu yang saat ini sedang saya bangun. Turbine-turbine pabrik kelapa sawit, pabrik gula, penggerak pompa di unit-unit utilitas industri kimia dan perminyakan, maupun juga pembangkit listrik skala kecil adalah sasarannya.  Denni pun masih memiliki rencana-rencana lain setelah nantinya berhasil mendirikan pabrik turbin.   Yang saya khawatirkan, jika saya merasa kenyang, maka saya akan malas.  Karena itu saya harus terus bergerak dan bergerak terus.

Kerja Keras dan Tidak Takut Mengambil Resiko

Denni sepertinya memang sudah memiliki bakat entrepreneur sejak kecil.  Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Ia pernah berjualan layangan.  Hal ini pun berlanjut sampai remaja.  Denni pernah mengasong berjualan jeruk dan duren di pasar saat SMA. Menciptakan sesuatu dan menghasilkan uang merupakan kebanggaan buat saya.  Saya ingin terus melakukannya.  Walau memiliki bakat entrepreneur, menurutnya kunci utama seorang pengusaha untuk  sukses adalah kerja keras.  Tidak mungkin sesuatu datang begitu saja tanpa kerja keras.

Jangan pernah mengharapkan hasil besar dengan usaha yang minimal. Jika ingin sukses, usahanya  harus maksimal.  Denny pun berpendapat, bakat yang hebat tidak menjamin orang akan sukses.  Harus didukung dengan knowledge dan kerja keras.  Jika bakat dan knowledge itu dikombinasikan dengan baik, Anda bisa menjadi seorang maestro.  Menurut Denni tidak ada kata terlambat atau pun terlalu cepat untuk menjadi seorang entrepreneur.  Saat paling tepat adalah mulai saat ini juga. “Just do it !! Lakukan sekarang, jangan hanya menjadi wacana.  Ia juga menyarankan, jika ragu melangkah menjadi entrepreneur karena takut akan resiko, bergaulah dengan orang-orang yang berani, maka keberanian itu akan tertular.  Carilah teman atau mentor yang tepat., atau bergaullah dengan orang yang bisa memberi motivasi. Dampaknya akan lebih hebat lagi.

Apa reaksi Anda saat melihat orang-orang yang berhasil di sekeliling kita?  Nampaknya ada dua kemungkinan yang biasanya terjadi, kita menjadi kecil hati dan memandang diri begitu kecil, atau sebaliknya kita menjadi terinspirasi untuk berusaha sekuat tenaga kita untuk bisa berhasil seperti mereka.

Untuk pilihan yang kedua, nampaknya hanya dikerjakan oleh segelintir orang saja.  Salah satunya adalah pria muda yang ramah dan energik ini, Chiat Peng, 34 tahun.  Ia adalah seorang tipikal pengusaha muda sukses ibukota yang menerapkan prinsip “bila dia bisa maka saya juga bisa” di dalam satu kegigihan dan kerja keras, bahkan dengan melihat orang-orang yang berhasil ia justru tertantang untuk melakukan hal yang sama.

Mengaku tidak memiliki prestasi yang demikian menonjol, tetapi satu inspirasi yang ia peroleh dari mereka yang ada di sekelilingnya telah membuat Chiat Peng memperoleh banyak kesempatan baik dalam hidupnya.  Salah satunya adalah saat ia menjadi staf pengajar di Universitas Tarumanagara. Saya tidak pernah terpikir untuk mengajar.  Dari sisi prestasi saya biasa-biasa saja, dari pengalaman mengajar, saya tidak punya apa-apa, akunya saat ia memulai karir mengajarnya sejak masih mahasiswa.  Ia juga terinspirasi oleh salah seorang dosen yang ia kagumi karena telah mengajar di masa mudanya, dan ternyata dosen ini juga yang mengajaknya ikut menjadi asisten pengajar hingga akhirnya terlibat menjadi salah satu pengajar di universitas swasta ternama ini.

Di tengah jalan, di kiri kanan banyak yang membuat saya lebih tertantang lagi.  Mereka kan juga makan nasi, saya juga makan nasi.  Kenapa dia bisa begitu, kok saya gak bisa?  Saya terinspirasi. Suatu hari, mungkin tidak setahun atau 2 tahun, saya bisa jadi seperti itu, saya bisa jadi seperti dia,” jelasnya menggambarkan bagaimana terinspirasi dan perasaan tertantang membawanya bekerja keras untuk mencapai seperti mereka yang berhasil di sekelilingnya.

Hal ini jugalah yang membawanya berangkat ke negeri Paman Sam untuk meraih gelar MBA.  Satu hal yang baginya tidak pernah dia impikan sebelumnya.  Untuk itu ia bersedia berjuang cukup keras, khususnya saat mengikuti test TOEFL yang ternyata harus dijalani berulang kali.  Ia harus mengatasi kejenuhan dalam mengulang mempelajari bahan yang sama beberapa kali, tetapi ia tetap persisten dan akhirnya berhasil melewatinya dan berhasil berangkat ke Amerika.

Berjuang di Negeri Orang

Setiba di Amerika justru baru memulai perjuangan yang baru.  Ia harus menghadapi kondisi keuangan yang cukup sulit saat Indonesia baru mengalami reformasi dan krisis ekonomi.  Ia tidak putus asa dan menyerah.  Ia mengajukan permohonan ke Dekan Universitas untuk dapat mempercepat masa studinya.  Untuk itu ia harus bekerja lebih keras dari mahasiswa-mahasiswa lainnya.  Ia bekerja part time menjadi assistant professor dan juga bekerja di Lab, dan karena ia mengambil lebih banyak mata kuliah untuk mempercepat penyelesaiannya, maka ia sudah terbiasa menghabiskan malam-malam dengan menulis paper hingga dini hari di perpustakaan.  Tidur hanya beberapa jam saja adalah makanan sehari-hari.  Tapi semua membuahkan keberhasilan saat ia menyelesaikan studi dengan cepat.
Tertantang Mencari Pengalaman Bekerja di New York

Setelah lulus ia tertantang untuk mencari pengalaman dengan bekerja di New York.  Seorang sahabatnya orang Amerika di kampus memberinya inspirasi, “This is the land of opportunity. If you say you can work here, you can be successful.”  Sebuah harapan dan keyakinan timbul dalam hatinya.  Dalam waktu sekitar dua bulan, sesuai dengan yang ia tergetkan, akhirnya ia mendapat pekerjaan menjadi Assistant to Marketing Director di salah satu perusahaan di New York.  Pengalaman ini justru menempa dirinya, terlebih lagi karena kendala bahasa yang jelas menuntutnya bekerja lebih keras lagi. Namun inilah yang menjadi batu loncatan menuju karir yang semakin matang di Indonesia.

Sukses Merupakan Tahap Demi Tahap

Chiat Peng memandang keberhasilan dengan bijak, namun hal ini membuatnya tidak pernah berhenti untuk meraihnya karena baginya selalu ada tahapan baru yang harus dilewati dengan kesuksesan, satu episode yang telah saya lalui itulah kesuksesan, tetapi masih ada episode berikutnya yang harus saya jalani.  Tahap demi tahap di mana setiap tahapan harus saya selesaikan itulah keberhasilan dan saya harus memasuki tahapan berikutnya lagi sampai satu tahapan yang saya sendiri tidak tahu.

Ia mengaku bahwa ia selalu termotivasi dan terinspirasi saat ia banyak melakukan traveling ke luar negeri dan bertemu dengan para pebisnis muda yang nampak sukses, maka ia kembali tertantang untuk mengikuti keberhasilan yang sama .

Tips yang selalu ia anut untuk mencapai kesuksesan adalah tidak cepat menyerah apapun kondisinya dan harus menjadi tegar dan kuat seperti batu karang dalam segala keadaan.  Ia yakin bahwa Tuhan sudah menciptakan setiap orang bukan untuk menjadi seorang yang gagal, namun apakah semuanya kembali tergantung kepada kita.  Apakah gagal atau berhasil, semuanya ditentukan oleh masing-masing kita.  Saya sangat percaya bahwa kesuksesan itu hak kita, namun mungkin jalannya saja yang berbeda satu sama lain.

Impiannya Kini

Chiat Peng kini memiliki impian membangun sebuah consulting company yang berfokus dalam bidang sales management.  Setelah saya lalu lalang di dunia sales selama 10 tahun, saya melihat banyak perusahaan-perusahaan yang masih membutuhkan adanya advice dalam selling skill.  Sosok muda ini sekarang memiliki satu tahapan yang baru dalam hidupnya yaitu membagikan pengalamannya dengan menjadi seorang trainer yang mampu menjadikan banyak perusahaan berhasil.  Kesuksesan baginya juga adalah dapat berbagi pengalaman dengan para mahasiswanya dengan satu harapan bahwa mereka akan berkembang lebih baik darinya.

Seperti yang selalu ia ucapkan pada dirinya sendiri, Jika orang lain bisa, mengapa saya tidak?  Dan hal ini membawanya selalu mampu melalui setiap jalan hidupnya, maka hal yang sama juga hendak dibagikannya kepada mereka yang akan mendengarkan pengalamannya sebagai seorang Coach.

Inilah Tjiauw Chiat Peng, sosok eksekutif muda yang memiliki prinsip hidup pantang menyerah dan justru selalu tertantang untuk mencapai yang lebih baik dalam hidupnya.

Putera Sampoerna

Penjemput Pasar Masa Depan

Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik.  Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.

Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya.  Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis.  Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005.  Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.

Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna.  Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT HM Sampoerna itu.  Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.

Kemudian, pada tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna.  Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai Rp18,5 triliun.

Pria penggemar angka sembilan, lulusan Diocesan Boys School, Hong Kong, dan Carey Grammar High School, Melbourne, serta University of Houston, Texas, AS, itu sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia.  Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama isteri tercintanya, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat.

Dia mulai bergabung dalam operasional PT HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian, tepatnya 1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna.

Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994,Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh.  Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.

Sungguh, perusahaan keluarga ini dikelola secara profesional dengan dukungan manajer profesional.  Perusahaan ini juga go public, sahamnya menjadi unggulan di bursa efek Jakarta dan Surabaya.  Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif.

Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengekspansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir tahun1980-an.

Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin.  Pada tahun 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild.  Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek.  Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.

Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.  Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya.  Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri tahun 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005.

Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya.  Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp15.000.000.000.000 dengan nilai produksi 41,2 miliar batang.  Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum.

Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini?  Itu pertanyaan yang muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu.

Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang.  Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan  revolusioner dalam bisnisnya.  Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur.  Hal ini terungkap dari langkah-langkahnya setelah enam bulan melepas saham di PT HM Sampoerna.  Juga terungkap dari ucapan Angky Camaro, orang kepercayaan Putera: “Arahnya memang ke infrastruktur dan agroindustri.”

Terakhir, di bawah bendera PT Sampoerna Strategic dia sempat berniat mengakuisisi PT Kiani Kertas, namun untuk sementara dia menolak melanjutkan negosiasi transaksi lantaran persyaratan yang diajukan Bank Mandiri dinilai tak sepadan.  Dia pun dikabarkan akan memasuki bisnis jalan tol, jika faktor birokrasi dan kondisi sosial politik kondusif.

Nama
Putera Sampoerna
Lahir
Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947
Isteri:
Katie
Anak:
Michael Sampoerna
Ayah:
Aga Sampoerna (Liem Swie Ling)
Kakek:
Liem Seeng Tee

Pekerjaan
– CEO PT Sampoerna Strategic
– Presiden Komisaris PT HM Sampoerna

Pendidikan
– Diocesan Boys School, Hong Kong
– Carey Grammar High School, Melbourne
– University of Houston, Texas, AS

Pengusaha Muda Sukses – Mesin Jahit,Anak,dan Kue Kering

Jalan berliku dijalani sejumlah pengusaha dalam membangun bisnis. Namun,lewat kerja keras dan inovasi, sukses kini diraih.  Ada anggapan yang menyebutkan, berwirausaha atau menjadi pengusaha adalah persoalan bakat.  Ternyata anggapan itu salah.  Berwirausaha bisa dipelajari dan dilakukan siapa saja.  Semua orang berkesempatan sama untuk menjadi pengusaha sukses.

Namun dengan catatan, dalam menjalankannya harus didasari cinta dan minat yang mendalam.  Itu akan memacu seseorang untuk mencurahkan segala perhatian dan energi agar usahanya berhasil.  Strategi ini menjadi kunci keberhasilan Marius Widyarto yang sukses berbisnis industri garmen dengan produk kaos Caladi 59(C59).

Merek kaos C59 diambil dari nama sebuah gang kecil di Kota Bandung.   Melalui bendera PT Caladi Lima Sembilan, Marius berhasil membangun merek yang diminati masyarakat.  Kini usahanya sudah memiliki delapan kantor cabang pemasaran yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa yang semuanya dipastikan membutuhkan kaos,”tandasnya.  Dalam menjalankan bisnis, Marius menggunakan resep ”sirik”(suka,imajinasi,relasi, inisiatif, dan komunikasi).

Bermodalkan kesukaan, kata Marius, dia memahami betul apa yang sedang dikerjakan.  Dengan begitu celah bisnis yang belum dilirik orang pun bisa dideteksi.  Ketika awal membangun bisnis pada 1980, Marius mengandalkan desain kreatif yang belum banyak digarap orang.

Saat membangun usahanya, Marius hanya bermodalkan sebuah mesin jahit yang didapat dari hasil menjual kado pernikahan.  Lewat koleganya dia juga menggadaikan ijazah SMA ke pabrik agar bisa mendapat suplai bahan baku. Jika bukan atas dasar kepercayaan, pabrik kain tersebut tidak akan memberikan pinjaman bahan baku,” kenangnya saat dihubungi SINDO.

Saat memperkenalkan produk C59 secara massal, Marius bekerja sama dengan penyelenggara Pameran Dirgantara di Bandung pada tahun 1986.  Saat itu dia menawarkan produk kaos dengan desain tema-tema kedirgantaraan. Ternyata, desain kaos pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung 1980 itu laku keras.  Dia pun kebanjiran pesanan.  Lewat kaos C59, kini Mas Wid begitu dia biasa disapa, bisa meraup omzet sekitar Rp 5.600.000.000 miliar per tahun.

Inovasi

Inovasi menjadi modal utama Yesaya Surya Widjaya, pemilik PT Raja Baksomas Mandiri dalam menjalankan usaha.  Meski hanya melanjutkan usaha keluarga, pria peraih master lulusan Universitas Hawaii Pacific bidang komputer ini justru semakin terpacu berinovasi.  Sebelumnya, usaha keluarga yang dimiliki hanyalah sebuah restoran bakso. Lewat tangan dinginnya, restoran tersebutkinimenjadisebuahindustrimakananbeku(frozen).

Mulai produk berbagai jenis bakso, ayam goreng, hingga sop buntut dalam kemasan beku tanpa bahan pengawet.  Yesaya mulai menjalankan bisnis keluarganya itu sejak tahun 1998.  Dalam pengembangannya, Yesaya mengemas konsep bisnis restoran dalam tiga bentuk yakni Bakso Super Resto, Super Bento,dan RBiz Resto.

Awalnya saya melakukan pengembangan atas produkproduk yang sudah ada. Kemudian saya mulaimengeluarkan produk-produk baru. Inovasi adalah kunci penting dalam melakukan usaha,”paparnya.  Kini dengan bekal keuletan dan kerja keras, PT Raja Baksomas Mandiri telah dipasarkan di 14 resto dengan menggandeng 40 mitra usaha.

Sayap bisnisnya pun telah merambah hampir di seluruh kota di Indonesia, di antaranya Balikpapan- Kalimantan, Medan- Sumatra, Papua, dan beberapa kota di Pulau Jawa antara lain di Tegal, Kudus, Blitar, dan Malang, dengan total omzet sekitar Rp 5.000.000.000,- per tahun. Hal serupa juga dilakukan Herlina Mustikasari Mohammad, pemilik Lembaga Kursus Bahasa Inggris Easy Reader yang juga mengandalkan kekuatan inovasi dalam menjalankan bisnis.

Ide awalnya dari upaya dia membantu anak sulungnya agar bisa cepat belajar membaca bahasa Inggris.  Dari situ, Herlina justru menemukan metode sistem fonik.  Cara ini terbukti jitu membantu anaknya belajar membaca bahasa Inggris dengan cepat.  Tidak hanya itu, temuannya ini justru menjadi ceruk bisnis yang hingga saat ini digeluti.Awalnya Easy Reader hanya dibuka di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City dan Pamulang Tangerang, kini telah berkembang dengan sistem kemitraan di wilayah Depok, Bogor, dan Jakarta.

Hingga saat ini, Herlina telah membuka delapan buah lembaga pendidikan Easy Reader yang tersebar di Jabodetabek.  Dengan konsep waralaba, kini Herlina berniat semakin memperlebar sayap bisnisnya di kota-kota lain di Indonesia.Usaha yang dibuka sejak tahun 2006 dengan modal awal Rp76.000.000,- juta itu kini telah mendatangkan omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.Modul pembelajaran bahasa Inggris yang ditemukan Herlina cukup membantu pendidikan kursus bahasa Inggris bagi murid-muridnya.
KerjaKeras

Dalam mencapai sukses, kerja keras menjadi modal bagi Andianto Setiabudi, pemilik Cipaganti Group, sebuah bisnis yang kini beromzet sekitar Rp 10.000.000.000,- per bulan.  Meski hanya lulusan SMA, Andianto, pria kelahiran Banjarmasin, 5 Desember 1962 itu,tidak pernah merasa minder dalam menjalankan usaha.

Sejak kecil,Andi, begitu dia biasa disapa sudah akrab dengan dunia pemasaran.  Usai pulang sekolah,Andi kerap membantu ibunya berjualan kue kering.  Pekerjaan ini dilakukannya sejak duduk di bangku SMA. Setelah menamatkan sekolah, Andi enggan mengikuti saran orangtuanya melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dia memilih berwirausaha.  Dalam benaknya,uang untuk kuliah lebih baik dijadikan modal usaha.Sejak tahun 1986, dia mulai merintis jual beli mobil. Mobil bekas pertama adalah mobil boks orangtuanya.  Dari hasil penjualan tersebut, dia membeli beberapa mobil bekas untuk dijual lagi.  Namun setelah beberapa tahun bergumul dengan mobil bekas, pasaran mobil second mulai menurun.

Dia pun akhirnya memilih banting setir dengan mulai usaha penyewaan mobil. Kini, Andi juga memiliki usaha yang bergerak di bidang properti.  Berkat kerja kerasnya, dia mendapatkan penghargaan dari Enterprise 50 Award pada tahun 2004 dan Finalis Ernst & Young Entrepreneur of the Year 2005.

Hendy Setiono, Miliarder Muda Indonesia

Tidak ada alasan untuk tidak memulai bisnis, bagi yang merasa masih muda ini contoh yang pas sebagai inspirasi.  Berbisnis tidak mengenal usia dan kondisi.  Asal ada kemauan Insya Allah akan ada jalannya.  Tulisan ini sebagai rangkaian inspiration story yang akan memuat kisah pengusaha sukses dari berbagai latar belakang.  Tulisan ini saya ambil dari situsnya Pak Purdi E Chandra (www.purdiechandra.net) seorang Tokoh yang sangat saya kagumi. Beliau melalui Entrepreneur University telah banyak mencetak pengusaha baru di Indonesia.  Baru-baru ini Pak Purdi mendapat predikat Gila dari Museum Rekor Indonesia karena prestasinya di bidang entrepreneur.

Raih Berkah di Jalur Timur Tengah

Namanya Hendy Setiono, pemuda Alumni Entrepreneur University Surabaya ini masih sangat muda, baru 25 tahun.  Tapi sepak terjang bisnisnya sudah tak diragukan lagi.  Kalau Anda menjumpai mobil Nissan X-Trail bernomor polisi K 38 AB di jalanan, itulah mobil Hendi.  Pelat nomor seharga Rp 16 juta itulah yang membuat orang mudah mengenali dan menyapanya ketika sedang jalan-jalan dengan mobilnya. Biasanya tukang parkir menggoda, bayarnya pakai kebab saja.

Pelat nomor sengaja dibuat K 38 AB untuk mendekati kata kebab.  Berkat kebab inilah namaHendi sebagai pengusahamudasukses,terukir.  Hendy adalah pendiri dan presiden direktur PT Baba Rafi Indonesia.  Kebab Turki Baba Rafi adalah hasil inovasi bisnisnya.  Dia memulai bisnis itu dengan modal hanya Rp 4.000.000. Dia enggan meminta bantuan orang tua. “Itu duit hasil pinjam arek-arek (teman-temannya, Red) dan saudara,” kisahnya.

Outlet makanan ala Timur Tengah itu kini berjumlah 325, membentang dari kawasan super ramai seperti Jakarta hingga pelosok Ambon. Ratusan outlet itu dipantau dan disupervisi dari dua kantor operasional di kawasan Nginden, Surabaya, dan Pondok Labu, Jakarta.  Tahun lalu omzet usahanya mencapai Rp 45 miliar, dan 25 persen di antaranya masuk kantongnya sebagai laba bersih.  Tahun ini omzetnya saya targetkan Rp 60.000.000.000,-.

Apa yang sudah dipunyai Hendy dari keberhasilannya berbisnis? Hendy tampak agak malu menjawab pertanyaan ini. Sekulum senyum kecil dikeluarkannya. “Apa ya? Ehm, ada beberapa, Mas. Alhamdulillah. Masak disebutkan?” katanya masih diiringi senyum.

Dia terbatuk sebentar. agak ragu, tak lama kemudian, Hendy mulai menjawab. “Aset yang pertama saya beli Yamaha Mio,” ujarnya. Dia membeli motor itu beberapa bulan setelah memulai berbisnis. “Ke mana-mana saya pakai motor itu,” tuturnya.

Setahun pertama, Hendi mengaku “hanya” mendapat penghasilan bersih per bulan Rp 20 juta. “Wah, rasanya sudah seneng banget. Baru umur 20 tahun, penghasilan sudah Rp 20 juta sebulan,” ceritanya.

Setelah membeli Yamaha Mio? “Sekarang kasihan motor itu, sudah nggak muat nampung badan saya semakin melar. Jadi, cari motor yang agak gedean, pakai Harley-Davidson,” ujar nominator Asia’s Best Entrepreneur Under 25 versi Majalah BusinessWeek tersebut.

Selain itu, Hendi punya dua rumah; satu di Jakarta dan satu lagi di Surabaya. Di Surabaya, dia membeli rumah di salah satu kawasan elite, Perumahan Bumi Galaxy Permai. Soal rumah yang satu ini, Hendi punya cerita tersendiri. “Ini rumah idaman saya,” tuturnya.

Dulu, cerita Hendi, semasa masih duduk di bangku kuliah di Jurusan Teknik Informatika ITS, setiap pulang dari kampus, Hendi yang kala itu tinggal di Semolowaru, Surabaya, selalu melewati kawasan perumahan itu. Dia sering berhenti sejenak di perumahan elite itu. Saking seringnya mondar-mandir di perumahan itu sepulang dari kampus, dia sampai kenal dengan sejumlah satpam di sana. “Rumahnya besar-besar, megah-megah. Kelak saya ingin punya rumah seperti ini,” tekadnya ketika itu.

Hendi mengaku terkagum-kagum dengan rumah-rumah di kawasan itu. “Bahkan, hujan saja nggak banjir, beda dengan rumah saya. Halaman depannya itu lebih luas daripada rumah saya di Semolowaru,” kisahnya.

Dari proses itulah Hendi yakin bahwa mimpi yang terus disemai akan bisa mewujud jika diiringi pancangan semangat yang kuat untuk mewujudkannya. “Semuanya berangkat dari impian. Alhamdulillah, saya kemarin berangkat ke Jakarta (wawancara dengan Hendi dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu, Red) sudah dari rumah di Galaxy Bumi Permai,” ceritanya. “Kalau saya tidak berani mulai jualan pakai gerobak, semua mimpi itu hanya tinggal mimpi,” imbuhnya.

Dengan segala apa yang dimiliki kini, Hendi lebih leluasa menyalurkan hobinya berjalan-jalan. Setiap mengisi seminar di berbagai kampus di Indonesia, dia selalu menyempatkan diri mengunjungi berbagai tempat wisata. “Saya lebih suka ke tempat wisata yang alami, lihat pantai, lihat hutan,” ujarnya.

Jalan-jalan ke luar negeri juga sudah menjadi rutinitas yang sangat biasa bagi salah satu 10 Tokoh Pilihan 2006 versi majalah Tempo tersebut. “Dulu jalan-jalan ke luar negeri itu jadi mimpi, sesuatu yang wah, seolah nggak terjangkau. Alhamdulillah, sekarang udah sering,” tuturnya.

Hendy tak melupakan sedekah. Dananya secara tetap didonasikan ke tujuh yayasan yatim-piatu. “Saya menyadari sulitnya kehidupan mereka karena orang tua saya juga bukan orang kaya,” katanya. Dia yakin, jika seseorang tak perhitungan dalam sedekah, rezeki yang diberikan Tuhan akan terus mengalir. “Saya yakin istilah inden rezeki. Orang biasanya membayar zakat 2,5 persen dari keuntungan. Saya membaliknya, sebelum ada untung, harus bayar zakat dulu,” ujarnya. “Pokoknya, kalau omzet turun, kita hajar dengan sedekah,” imbuhnya.

Di luar itu Hendy hampir tidak pernah menghambur-hamburkan uang untuk hobi yang tidak jelas. Misal, clubbing di tempat hiburan malam. “Kalau jalan-jalan ke mal, itu rutin. Tapi, saya dan keluarga tidak konsumtif. Paling-paling hanya lihat tren fashion saat ini untuk diterapkan ke bisnis saya. Misalnya, untuk desain pakaian karyawan dan outlet-outlet,” ujar pria kelahiran 30 Maret 1983 itu. Ketika jalan-jalan itu, Hendi tak khawatir dengan roda bisnisnya. “Owner-nya bisa jalan-jalan, yang mantau manajemen di Surabaya dan Jakarta.”

Hendy lebih suka memakai uangnya untuk melebarkan sayap bisnis. Dia yakin bahwa tak boleh ada kata berpuas diri dalam jiwa seorang pebisnis. Dia kini meretas gerai Roti Maryam Aba-Abi, roti khas Timur Tengah. “Sekarang baru 40 outlet, mayoritas masih di Jatim,” kata Hendi yang, bersama aktris Dian Sastro dan Artika Sari Devi, menjadi duta Wirausaha Muda Mandiri tersebut.

Tak hanya itu, insting bisnis yang kuat membawa pria berbadan subur itu mendirikan Baba Rafi Palace. Sudah dua pondokan megah yang disewakan di Surabaya. “Di Siwalankerto, ada 18 kamar dengan tarif Rp 700 ribu per bulan per kamar. Lalu di Prapanca ada 16 kamar, tarifnya Rp 1,2 juta per bulan,” ujarnya.

Satu lini bisnis makanan juga sedang disiapkan Hendy. “Lagi ngerjakan Piramida Pizza. Kalau biasanya pizza ditaruh loyang, ini mau ditaruh di cone. Jadi, makan pizza bisa sambil jalan-jalan, seperti makan es krim,” terang bapak dengan tiga anak itu.

Dia juga bakal berekspansi ke luar negeri. “Di Malaysia saya baru aja bikin Baba Rafi Malaysia Sdn Berhad. Target awalnya mendirikan 25 outlet kebab,” ujarnya.

Dari UKM(elarat) ke UKM(iliaran)
Hendy memulai bisnis dengan terseok-seok. “Tentu tidak langsung bombastis seperti sekarang. Saya harus jatuh bangun, berdarah-darah.” Dia mengisahkan, saat baru dua minggu berjualan kebab dengan satu gerobak di kawasan Nginden, Surabaya, orang yang diajaknya berjualan sakit.

Dari semula berjualan berdua, dia pun memutuskan menunggui gerobaknya seorang diri. “Ndilalah hari itu hujan deras, jadi sepi,” ceritanya. Untuk menghibur diri, hasil jualan hari itu dibelikan makanan di warung sebelah tempat gerobaknya berdiri. “Di sana ada warung sea food. Saat saya membayar, eh ternyata lebih mahal daripada hasil jualan saya. Jadi, malah rugi,” kisahnya.

Hendy memulai bisnis kala berusia 20 tahun. Dia berhenti kuliah di Jurusan Teknik Informatika ITS saat masuk tahun kedua. “Belum sempat di-DO (drop out, Red), saya OD, out dhewe (keluar sendiri, Red),” ujarnya lantas tertawa.

Ibunya yang pensiunan guru dan bapaknya yang bekerja di sebuah perusahaan di Qatar shock melihat keputusan Hendy. “Orang tua saya ingin saya selesai kuliah, lalu kerja di perusahaan. Bukan malah jualan pakai gerobak,” katanya. Namun, Hendi bergeming. “Setelah berhasil, orang tua malah ingin ikut-ikutan berbisnis,” kata ayahanda Rafi Darmawan, 5, Reva Audrey Sahira, 3, dan Ready Enterprise, 1.

Kini bisnisnya terus membesar. Dari hanya satu karyawan, kini perusahaannya mempekerjakan 700 karyawan. “Yang jadi manajemen inti 200 orang. Semuanya lulusan S1 dan S2,” ceritanya, bangga.

Dia mengibaratkan perjalanan bisnisnya dengan dua istilah UKM yang berbeda. “Dulu kami hanya UKM, usaha kecil melarat. Sekarang masih UKM, tapi usaha kecil miliaran,” tuturnya.

Sekarang ada satu mimpi yang bakal diwujudkan tahun ini. “Saya ingin mengajak semua keluarga jalan-jalan ke Eropa.”

KISAH usaha yang dimulai dari nol, lalu menuai sukses, mungkin bukan hal baru. Berwirausaha dari nol bukanlah sebuah perkara mudah.

Di tengah jalan, selalu saja muncul berbagai rintangan. Tetapi kisah perjalanan bisnis mereka yang merintis usaha dari nol kemudian mencapai sukses tetap menarik untuk disimak. Terlebih jika kisah tersebut dilakoni mereka yang berusia muda. Lantas, apa rahasia sukses para pengusaha muda?

Meminjam istilah Jennie S Bev, penulis juga pengajar asal Indonesia yang bermukim di California, Amerika Serikat (AS) dalam pengantar buku Kumpulan Kisah Para Pengusaha Muda yang Sukses Berbisnis dari Nol, Rahasia Jadi Entrepreneur Muda (DAR! Mizan, 2008) karya Faif Yusuf, untuk berwirausaha sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan meningkatkan mindset dan mulai membuka bisnis sendiri.

Dalam pandangan Jennie, setiap orang adalah personifikasi sukses itu sendiri. Sebab, success is a mindset, it is not a journey or destination (sukses adalah cara berpikir atau bersikap, bukan perjalanan maupun tujuan). Tetapi anggapan di masyarakat masih lazim ditemukan bahwa berwirausaha identik dengan para pengusaha besar dan mapan. Tidak jarang pula yang beranggapan bahwa wirausaha semata-mata hanya untuk mengejar kekayaan.

Itu sebabnya, jika berbicara tentang sosok pengusaha sukses, yang selalu dijadikan barometer adalah bagaimana para pengusaha itu menciptakan kekayaan melimpah melalui bisnis yang dibangun. Padahal tidak selalu demikian. Menurut pengusaha muda ternama, Sandiaga Salahudin Uno, keberanian dan optimisme merupakan modal awal yang harus dimiliki seseorang untuk menekuni wirausaha.

Setelah itu, kata pria yang kerap disapa Sandi ini, memilih usaha sesuai minat dan bakat dengan melihat peluang di pasar. Dengan minat yang besar, akan timbul gairah dan semangat menjalani, memelihara, dan membesarkannya.

“Terakhir, just do it now. Jangan terlalu berhitung, putuskan, mulai, dan kerjakan sekarang juga!” ungkap mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) periode 2005-2008 ini. Optimisme yang diungkapkan Sandi tampaknya menjadi modal utama sejumlah pengusaha muda sukses. Sebut saja Henry Indraguna, pemilik The Auto Bridal Indonesia, tempat cuci mobil “busa salju”.

Sebelum mendirikan tempat cuci mobil yang kini beromzet Rp7,5 miliar per bulan,pria kelahiran Bandung,28 Agustus 1973 ,ini jatuh bangun dalam berusaha. Berbagai bentuk usaha dijalaninya, tetapi berkali-kali juga dia bangkrut dan kembali ke titik nol. Pria lulusan Universitas Maranatha Bandung yang semasa kuliah pernah berjualan ayam goreng ini pernah menjadi salesman berbagai produk elektronik hingga mainan.

Dia pernah menjadi salesman besar produk mainan asal China yang menyuplai ke beberapa toko mainan di Bandung. Bahkan, seusai lulus kuliah Henry pernah dipercaya mendistribusikan kartu chip Telkom senilai Rp20 miliar. Tetapi hasil kerja kerasnya lindap dalam sekejap akibat kebiasaannya berfoya-foya. Kebiasaan buruk itu pun sirna setelah dia menikahi Fangky Christina pada 2003.

Berkat ide membuka usaha cuci mobil dari mertuanya dengan bermodalkan Rp150 juta, dia mulai membuka usaha cuci mobil pada akhir 2003. “Jumlah ini sebenarnya cukup kecil untuk membuka usaha,” ujar Henry. Dari modal sebesar itu, Rp35 juta dia gunakan untuk menyewa tempat seharga Rp75 juta. Sisanya dibayar setelah tiga bulan usahanya berjalan.

Sisa dari modal untuk peralatan. Tetapi Henry terpaksa berutang untuk menutupi kekurangan biaya peralatan. Pada awalnya usaha Henry kurang diminati masyarakat. Tetapi bagi Henry hal itu adalah part of game yang harus dilaluinya. Keinginannya untuk mengubah citra tempat cuci mobil, yang kotor menjadi bersih dan nyaman, diwujudkan dengan inovasi cuci salju lewat The Auto Bridal.

Henry pun terus melakukan inovasi dalam bisnisnya mulai cuci mobil es krim, salon mobil, motor bridal. Setiap bulan, The Auto Bridal Indonesia minimal melayani 120.000 mobil dengan ongkos cuci Rp35 ribu per mobil.

“Biasanya keuntungan yang didapat 100 persen dari modal,” papar Henry. Henry meraih penghargaan Outstanding Entrepreneurship Award Asia Pacific Entrepreneurship Award (AFEA) 2008. The Auto Bridal Indonesia saat ini sudah mempunyai 84 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Henry kini sedang berupaya melebarkan sayap bisnisnya ke negeri jiran Malaysia.

Kisah sukses lainnya ditunjukkan Yesaya Surya Widjaya, pemilik PT Raja Bakso          mas Mandiri yang kini sudah memiliki 14 restoran dan 40 mitra. Yesaya, pria peraih master lulusan Hawaii Pacific University bidang komputer, mengembangkan bakso dan makanan beku (frozen food) dengan aneka rasa seafood. Yesaya awalnya hanya menjalankan bisnis orangtuanya yang dibangun pada 1982.

Karena sering membantu melayani pelanggan sejak kecil, pria kelahiran Jakarta, 31 Januari 1971, ini sangat akrab dengan dunia kuliner. Setelah menamatkan pendidikan S-2 pada 1998, Yesaya mulai mempelajari manajemen kerja restoran. Dari situlah dia mengamati kegemaran masyarakat terhadap selera makan yang akhirnya menginspirasi mengembangkan usaha bakso dengan aneka rasa.

Pada 2002 dia mulai membuka gerai baksonya secara serius dengan bendera PT Raja Baksomas Mandiri. Awalnya dia membuka lima gerai di kawasan Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta Utara, dan satu gerai di Kemayoran. Untuk membuka gerai di Kemayoran, Yesaya dibantu modal dari orangtuanya sebesar Rp55 juta.Yesaya juga berinovasi dengan membuat makanan beku.

Kini lewat usahanya,Yesaya bisa meraih omzet Rp 200.000.000 per bulan.  Kisah-kisah sukses yang ditunjukkan Henry dan Yesaya seperti juga diungkapkan Faif dalam bukunya. Keberhasilan berwirausaha tidaklah semata-mata dinilai dari seberapa berhasil seseorang mengumpulkan kekayaan, tapi lebih bagaimana seseorang bisa membentuk, mendirikan, dan menjalankan usaha dari sesuatu yang tidak ada sebelumnya atau belum berjalan.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko” dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Resiko  merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi.  Berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal.  Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa tujuan perusahaan adalah membangun dan memperluas keuntungan kompetitif organisasi.

Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.  Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.  Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko (risk).  Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen resiko menjadi trend utama baik dalam perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja.  Hal ini secara konkret menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis pada masa kini.

Secara umum resiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan di mana terdapat kemungkinan yang merugikan.  Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar, dan walaupun mengalami kerugian sangat kecil sekali.  Misalnya membeli lotere.  Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar, tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli lotere relatif kecil.  Apakah ini juga tergolong resiko?  Jawabannya adalah hal ini juga tergolong resiko.  Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap resiko.

Mengapa resiko harus dikelola?  Jawabannya tidak sulit ditebak, yaitu karena resiko mengandung biaya yang tidak sedikit.  Bayangkan suatu kejadian di mana suatu perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran.  Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat asset yang terbakar (misalnya gedung, material, sepatu setengah jadi, maupun sepatu yang siap untuk dijual).  Namun juga dilihat kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas.  Akibat lainnya adalah macetnya pembayaran hutang kepada supplier dan kreditor karena terhentinya arus kas yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan partner bisnis tersebut.

Resiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen resiko.  Peran dari manajemen resiko diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat berubah, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan strategic management, mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki organisasi, dan mengurangi reactive decision making dari manajemen puncak.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.